Sabtu, 26 Mei 2012
Pekalongan: Petambak Rugi Ratusan Juta Rupiah
Minggu, 10 Oktober 2010 10:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, (10/10) SIGAP - Sekretaris Kelompok Tani Tambak Bandeng dan Udang Kota Pekalongan Suharto mengemukakan, para petani tambak di daerah itu merugi ratusan juta rupiah akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi dan banjir rob yang menggenangi lahan tambak mereka.

Menurut Suharto di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (10/10), akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi dan banjir rob itu mengakibatkan sedikitnya 300 hektare lahan tambak gagal dipanen karena ikan bandeng dan udang ikut terbawa air sungai.

"Jebolnya tanggul Sungai Bremi dan banjir rob ini sudah kami laporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Kami berharap ada upaya Pemkot setempat agar bisa membantu kesulitan petani tambak," katanya.

Menurut Suharto, mantan Kabag Humas Kota Pekalongan itu, akibat jebolnya Sungai Bremi dan banjir rob tersebut, para petani diperkirakan merugi ratusan juta rupiah karena biaya produksi udang untuk setiap hektare lahan sekitar Rp4,5 juta.

Ada pun biaya produksi ikan bandeng, katanya, mencapai sekitar Rp9 juta per hektare, sedangkan untuk lahan persawahan diperkirakan Rp3,7 juta/hektare.

"Jebolnya Sungai Bremi di Kecamatan Tirto ini juga menghanyutkan tanaman bunga melati siap panen," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan Kota Pekalongan Widagdo mengatakan, kebanyakan lahan tambak ikan yang tergenang banjir rob tersebut berada di Kecamatan Pekalongan Utara.

"Saat ini, kita sedang berkoordinasi untuk mencari cara penanganannya guna mengatasi malah itu dengan instansi terkait," katanya.

Dirinya mengatakan, Pemkot Pekalongan segera akan memberikan bantuan benih ikan bandeng dan udang pada para petani tambak yang mengalami kerugian.

Adapun masalah penanganan tanggul sungai yang jebol, katanya, akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jateng karena lokasinya berada di perbatasan Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Guna mengurangi kerugian petani tambak, DPPK sudah menyiapkan bantuan benih. Namun demikian, dia belum menghitung berapa bantuan benih yang diberikan ke masing-masing petani tambak.
"Namun yang jelas, kami sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta untuk membantu petani yan tambaknya tergenang air rob," tandasnya kepada Suara Merdeka.

Selanjutnya Widagdo juga mengimbau kepada semua petani tambak yang menjadi korban rob supaya tidak terlalu bersedih. Menurutnya, rob merupakan fenomenal alam sehingga tidak bisa diperkirakan kapan datangnya. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita