Sabtu, 26 Mei 2012
Mamuju: Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar
Sabtu, 09 Oktober 2010 09:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/10 (SIGAP) - Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, berpeluang mengembangkan budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

"Budidaya ikan air tawar cukup menjanjikan untuk dikembangkan, apalagi daerah ini ini punya potensi perikanan," kata Bupati Mamuju Drs. Suhardi Duka, MM, di Mamuju, Jumat (8/10).

Dirinya mengatakan, Mamuju berpeluang mengembangkan budidaya ikan air tawar, sumber daya alamnya cukup mendukung yakni 50 sungai yang ada di daerah ini. "Mamuju yang memiliki 50 sungai besar ditambah rawa yang terdapat hampir di seluruh pedalaman, cocok untuk mengembangkan perikanan air tawar," katanya.

Menurutnya, masyarakat Mamuju saat ini telah mengembangkan perikanan air tawar dengan luas kolam yang dikelola mencapai 164 hektare.

Dirinya mengatakan, komoditas perikanan air tawar yang dikembangkan masyarakat di antarannya ikan mas, ikan lele dan belut. "Hasil produksi perikanan air tawar masyarakat tersebut banyak dipasarkan ke Kalimantan serta untuk komsumsi masyarakat di daerah ini," katanya.

Menurutnya, potensi kolam ikan masih berpeluang dikembangkan karena masih terdapat sekitar 553 hektare kolam ikan milik masyarakat yang siap dikelola untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Budidaya ikan air tawar merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan. Berbagai tempat di Indonesia memiliki peluang dalam pembudidayaan ikan tawar. Selain di Mamuju, salah satu tempat budidaya lainnya adalah di Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat.

Di tempat ini dilakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran ikan.Budidaya ikan nila dan ikan mas menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan ikan air tawar lainnya.

Biasanya ikan nila dipasarkan dalam keadaan mati dan dibekukan dengan menggunakan es balok. Sedangkan ikan mas dipasarkan dalam keadaan hidup dengan dimasukkan kedalam kantong plastik yang diberi oksigen.

Keberhasilan budidaya ikan air tawar menurut artikel di laman AsianBrain.com ditentukan oleh faktor lingkungan. Tanah liat atau lempung sangat baik untuk pembuatan kolam. Demikian pula untuk tanah beranjangan atau terapan dengan kandungan liatnya 30%.
Kedua jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap cita rasa ikan, misalnya bau tanah atau lumpur.

Hal lain yang sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan air tawar adalah mutu air. Sumber air bisa berasal dari air sungai, hujan, atau tanah. Mutu air yang diperlukan untuk budi daya ikan air tawar haruslah memenuhi beberapa persyaratan berikut: oksigen terlarut sekitar 5-6 ppm, karbondioksida terlarut kurang dari 25 ppm, pH antara 6,7-8,6, suhu 25-30oC dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 5oC, serta tidak tercemar bahan kimia beracun, minyak, atau limbah pabrik.

Air yang terlalu keruh tidak baik untuk kehidupan ikan, pasalnya, endapan lumpurnya terlalu tebal dan pekat, sehingga dapat mengganggu penglihatan ikan dalam air dan menyebabkan nafsu makannya berkurang. Semakin banyak dan beragam biota air yang terdapat di dalam perairan, semakin tinggi tingkat kesuburannya.

Budidaya ikan air tawar lebih mudah dibandingkan dengan ikan air laut. Sebagai contoh ikan mas, sangat mudah sekali dilakukan karena toleransi terhadap lingkungan sangat tinggi. Meski demikian, dalam kenyataannya perkembangan ketersediaan dan konsumsi ikan air laut lebih besar daripada ikan air tawar. (rusman/ant/abain)


 

Arsip Berita