Sabtu, 26 Mei 2012
Padang Pariaman: Masyarakat Keluhkan Pemotongan Bantuan Gempa
Sabtu, 09 Oktober 2010 09:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/10 (SIGAP) - Masyarakat di Korong Padang Kapeh, Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintoga, Padangpariaman, Sumatera Barat, mengeluhkan pemotongan bantuan gempa 2009 hingga Rp400 ribu.

Wali Korong Padang Kapeh, Ramli, di Padangpariaman, Jumat (8/10) mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat yang mendapatkan bantuan Rp15 juta, namun dipotong Rp400 ribu.

Jumlah pemotongan itu ditotal setelah penyaluran bantuan gempa bertahap selesai.

Menurutnya, pemotongan mulai Rp250 ribu hingga Rp400 ribu itu tidak hanya terjadi di Korong Padang Kapeh, melainkan juga di Nagari Toboh Gadang.

"Pemotongan tersebut langsung dilakukan oleh Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas)," katanya.

Salah seorang warga Toboh Gadang, Anto mengaku memang terjadi pemotongan bantuan gempa yang diterima oleh sanak saudaranya.

"Ketika ditanyai mengapa dipotong, para penyalur mengatakan dipotong karena untuk biaya administrasi," ujarnya.

Alasan tersebut menurutnya tidak diterima masyarakat yang menerima bantuan gempa bagi rumah mereka yang rusak berat dan rusak ringan.

Untuk bantuan rusak berat Rp15 juta dan rusak sedang Rp10 juta, setiap rumah dilakukan pemotongan paling banyak Rp400 ribu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Pemkab Padangpariaman, Karmaini menegaskan, bantuan yang diterima oleh korban gempa harus utuh, meskipun ada pengeluaran tambahan karena pendistribusiannya.

Hal itu ditegaskannya seusai penyerahan bantuan gempa tahun 2007 kepada kelompok masyarakat.

Dikatakan Karmaini, dalam proses pencairan bantuan membutuhkan biaya lain, seperti beli materai, fotokopi, dan lainnya.

Oleh karena itu, hendaknya petugas penyalur transparan terhadap korban gempa dalam hal pengeluaran terkait dengan pendistribusian.

Sebelumnya dikabarlan, stok beras untuk bantuan korban gempa bumi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) mulai menipis di gudang Posko Satlak Penanggulangan Bencana kabupaten itu.

Data bidang layanan informasi logistik Satlak PB Padang Pariaman, Selasa (6/10) sore menyebutkan, stok beras untuk disalurkan ke korban gempa sudah menipis.

"Untung saja ada stok beras bantuan dari dari Oku, Sumatera Selatan sebanyak lima truk roda enam yang diperkirakan masuk Selasa malam. Setiap beras yang masuk langsung distribusikan melalui camat kepada korban gempa," kata Jasman Amin di Padang Pariaman.

Pihaknya berharap bantuan bahan pangan, terutama beras ada yang datang Selasa malam atau Rabu (7/10) sehingga stok tidak kosong di gudang.

"Sepanjang Selasa sempat stok beras bantuan untuk korban gempa kosong di gudang. Sementara kebutuhan beras setiap hari untuk 17 Kabupaten Padang Pariaman sekitar 95 ton/harinya," katanya.

Selain itu, stok bantuan berupa kebutuhan pokok lainnya, seperti mie instans juga sudah menipis sehingga penyaluran dari Posko Utama Satlak PB kabupaten ke setiap kecamatan agak tersedat.

Namun, katanya, kalau stok bantuan kebutuhan pangan tersedia langsung disalurkan melalui kecamatan, agar penyalurannya lebih terkelola dengan baik. (rusman/ant)

 

Arsip Berita