Sabtu, 26 Mei 2012
Banjir Wasior: Menlu Jepang Sampaikan Belasungkawa
Sabtu, 09 Oktober 2010 09:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/10 (SIGAP) - Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara menyatakan perasaan belasungkawa atas banyaknya korban jiwa yang menjadi korban akibat banjir bandang di Wasior, Papua Barat, yang terjadi pada 5 Oktober lalu.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Jumat (8/10), Maehara, yang menyampaikan pernyataan belasungkawa lewat Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, menyatakan, pemerintah Jepang bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.

Menurut data sementara Palang Merah Indonesia (PMI) daerah Papua, korban meninggal akibat banjir Wasior mencapai 95 orang, sementara 76 orang lainnya dilaporkan hilang.

Sekretaris PMI Daerah Papua Barat La Abidin mengatakan, ada 1.061 warga yang mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut. Pasien yang dirujuk ke Nabire dengan helikopter berjumlah sekitar 87 orang.

Menurut Abidin, tindakan yang dilakukan tim satuan penanggulangan bencana PMI saat ini adalah mencari korban yang tertimbun. Selain itu, mendata pengungsian dan penyemprotan vektor di lokasi mayat yang ditemukan.

"Karena mulai mengeluarkan bau menyengat dan dikhawatirkan menyebarkan wabah penyakit," ungkap Abidin.

Sementara itu, katanya, arus pengungsian yang meninggalkan Wasior terus berlanjut. Umumnya, warga mengungsi ke kabupaten terdekat, semisal Nabire dan Manokwari.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (7/10) diinformasikan pengungsi akibat banjir ini tersebar di beberapa lokasi yaitu Manokwari, Nabire dan Distrik Oransbari, Kabupaten  Manokwari dan sementara jumlah pengungsi yang terdata kurang lebih 859 jiwa. (rusman/ant)

 

Arsip Berita