Sabtu, 26 Mei 2012
Jamsostek : Surabaya Akan Dibangun Rusunrawa Untuk Pekerja
Jumat, 08 Oktober 2010 04:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, (8/9) SIGAP - PT Jamsostek akan membangun rumah susun sejahtera sewa (rusunrawa) di Surabaya, Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak di sekitar kawasan industri.

Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga di acara peresmian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kabil dan Lancang Kuning, di kawasan Industri Kabil, Batam, Jumat, mengatakan, dana pembangunan rusunrawa itu diambil dari sisa keuntungan BUMN itu yang dihimpun dalam Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja.

Perubahan nama dari rusunawa menjadi rusunrawa, kata Hotbonar, karena fasilitas yang dibangun di rusunawa, termasuk di dua tempat di Batam, tak kalah dibandingkan di fasilitas apartemen di Jakarta.

Pada tahun 2007 saja PT Jamsostek menyisihkan Rp100 miliar ke DPKP. Pembangunan rusunrawa di Surabaya akan dilaksanakan di Karang Tilang pada 2012.

Hotbonar menyatakan, pihaknya juga akan merespons permintaan pembangunan rusunrawa di daerah lain, utamanya di kawasan industri agar mendekatkan pekerja dengan lokasi kerja untuk memudahkan pekerja ke tempat kerjanya.

Kedekatan permukiman dan tempat kerja itu dinilai penting untuk menghemat waktu dan menurunkan angka kecelakaan kerja di perjalanan.

Pada kesempatan itu Hotbonar juga menginformasikan total kekayaan PT Jamsostek yang sudah mencapai Rp94,5 triliun.

BUMN itu juga menargetkan kepesertaan pekerja baru sebanyak 2,9 tenaga kerja dan capaiannya pada Juni sudah mencapai lebih 50 persen.

Sementara Komisaris Badan Pengelola Rusunawa di Batam, Sri Muwardjo Sri Mardji mengatakan, kebutuhan tempat tinggal di Kepri, khususnya di Batam masih tinggi seiring pesatnya pembangunan kota Batam.

Dilaporkan, sebelumnya PT Jamsostek (persero) akan memulai pembangunan tujuh twinblock (menara kembar) rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kawasan Industri Kabil (KIK) Batam pada akhir 2010, menyusul selesainya pembangunan tiga twinblock di kawasan yang sama.
Secara keseluruhan rusunawayang dibangun BUMN ini sebanyak 10 twinblock (menara kembar) di KIK itu dengan dengan total dana yang dibutuhkan sekitar Rpl20 miliar, dengan biaya setiap menara sedikitnya Rp 12 miliar untuk menampung lebih dari 3.000 peserta jamsostek. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita