Sabtu, 26 Mei 2012
PMI: Indonesia Masih Kurang 3 Juta Kantong Darah
Jumat, 08 Oktober 2010 02:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/10 (SIGAP) – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla disela peresmian galeri unit donor darah di sebuah mal Bekasi, Kamis (7/10) mengatakan, Indonesia setiap tahunnya dilaporkan masih kekurangan hampir 3 juta kantong darah dari kebutuhan 4,8 juta. Sementara yang bisa dikumpulkan PMI hingga kini baru sebanyak 1,9 juta kantong.

Terkait hal itu, Jusuf Kalla mengatakan, upaya menggugah kesadaran untuk menyumbangkan darah serta menyediakan tempat-tempat donor darah yang mudah dijangkau terus dilakukan.

"Donor darah itu seperti arisan. Suatu waktu akan ada saudara, keluarga atau pendonor sendiri yang membutuhkan darah hingga ketersediaannya perlu terjamin," ujar Kalla.

Menurut Wakil Presiden RI periode 2004-2009 itu, di Jakarta saja setiap hari dibutuhkan 1.000 kantong darah. Ketersediaan darah itu kadangkala tidak selalu ada sesuai kebutuhan hingga ada keluarga yang antri atau masuk daftar tunggu untuk mendapatkan darah.

"Kita tentunya tidak ingin ada orang yang dioperasi, melahirkan, korban bencana ataupun tabrakan yang tidak mendapatkan darah atau bahkan keluarganya sampai menangis-nangis agar bisa mendapatkan darah," ujarnya.

Dirinya menyatakan semakin maju teknologi kedokteran kebutuhan darah tetap tinggi, apalagi peristiwa yang membutuhkan darah untuk pengobatan ataupun penyembuhan korban juga sering terjadi.

Menurut Kalla, idealnya sekitar 2% penduduk di Indonesia menjadi pendonor yang menyumbangkan darahnya 2 kali dalam setahun. Bila itu tercapai, lanjut Kalla, kebutuhan darah bisa selalu tersedia.

Menurut Nanda Widya, pengelola mal mengemukakan, gerai donor darah di lantai 3 mal itu merupakan gerai donor darah pertama di wilayah Jawa Barat.

"Luas areal yang kita sediakan mencapai 40 meter persegi yang merupakan sumbangan dari Metland untuk PMI," ujarnya.

Dirinya menginformasikan, setiap hari pengunjung mal itu mencapai 20 ribu orang dan lebih banyak lagi pada akhir pekan.

"Selama ini donor darah dilakukan dengan dua cara, yaitu datang ke kantor PMI atau petugas PMI datang mengambil darah. Kini dengan dibukanya di mal masyarakat tidak hanya dapat berbelanja tapi juga menjadi pendonor darah," ujarnya.

Dirinya menegaskan, adanya gerai donor darah di mal, maka aktivitas ke tempat tersebut bukan lagi sekedar kegiatan konsumtif, tapi juga dapat menjadi aktivitas sosial yaitu dengan berdonor darah yang dapat membantu menyelamatkan jiwa manusia.

Berdasarkan catatan SIGAP, guna menjaring pendonor darah, PMI membuka Gerai Donor Darah di berbagai pusat perbelanjaan dan kampus-kampus. Gerai Donor Darah tersebut diharapkan bisa menambah jumlah pendonor di Indonesia menjadi 4 juta pada 2012.

Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI Aswi Reksaningtyas seperti yang dilansir laman tempointeraktif, Selasa (15/6).

Menurut Aswi, Gerai Donor tersebut juga diharapkan bisa membuat cadangan darah di Indonesia secara rutin bisa bertahan empat hari. Sebab, saat ini cadangan darah Indonesia secara rutin hanya mencukupi untuk dua hari.

Menurut Aswi, banyak pusat perbelanjaan dan kampus yang tersebar di kota-kota besar sudah menyatakan komitmennya untuk membuka Gerai Donor Darah.

Pusat perbelanjaan tersebut di antaranya Mal Tanah Abang, Mal Tunjungan Plaza, Mal Olympic Garden Malang, dan Mal Ratu Indah Banten. Sedangkan dari pihak kampus di antaranya Universitas Trisakti, Universitas 17 Agustus Surabaya, dan Universitas Jember.

Dijelaskan Aswi, saat ini hanya ada sekitar 210 titik unit tranfusi darah yang ada di Indonesia. Padahal, idealnya ada sekitar 400 titik unit tranfusi darah yang tersebar di kota-kota di Indonesia.

Aswi mengatakan PMI menargetkan sekitar 125 unit Gerai Donor Darah untuk menambah jumlah pendonor. (rusman/ant)


 

Arsip Berita