Sabtu, 26 Mei 2012
Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi Nelayan Tidak Melaut
Kamis, 07 Oktober 2010 09:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/10 (SIGAP) – Akibat cuaca buruk sejak dua minggu terakhir, ratusan nelayan yang tinggal di pesisir pantai Bungus Kecamatan Bungus, Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat tidak melaut.

Demikian dikatakan Samsuardi, seorang nelayan di Teluk Kabung, Kota Padang, Kamis (7/10). "Sudah dua minggu ini kami tidak melaut karena cuaca hujan disertai badai," katanya.

Dirinya menjelaskan, cuaca buruk dan disertai angin kencang membuat gelombang laut sangat tinggi dan mereka memilih tidak melaut dengan keadaan sepeti itu.

"Biasanya cuaca seperti ini akan berlansung hingga habis Oktober ini," katanya yang mengaku melaut sejak umur 12 tahun.

Sementara Joni, nelayan lainnya mengatakan, sejak cuaca buruk itu, dirinya dan beberapa anak buah kapalnya memilih melakukan aktivitas lain didarat.

"Untuk mengisi waktu luang, kami memperbaiki kapal dan alat tangkap yang mengalami kerusakan," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, beberapa anak buah kapalnya ada yang melakukan berbagai profesi sampingan, seperti berdagang dan kerja bangunan.

"Dari pada berhadapan dengan maut dilaut lebih baik tidak kelaut" katanya.

Akibat cuaca buruk tersebut, berdampak dengan naiknya harga ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus.

"Tidak melautnya nelayan di kawasan Pantai Bungus berdampak pada kenaikan harga ikan dan juga pasokan dari nelayan dalam minggu ini mulai berkurang," kata Gandi, agen pengumpul ikan laut.

Terkait dengan cuaca buruk yang terjadi di daerah kota Padang dan sekitarnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Teluk Bayur Padang, Amarizal, mengimbau nelayan untuk waspada dan berhati-hati.

"Gelombang tinggi disertai hujan dan angin kencang sangat berbahaya bagi nelayan, ini beresiko tinggi terhadap keselamatan dilaut," kata Amarizal.

Bedasarkan pantauan SIGAP dalam 2 hari belakangan ini, cuaca buruk dengan gelombang cukup tinggi mengakibatkan nelayan di Teluklampung, Lampung, Rabu (6/10) banyak yang tidak melaut.

"Kami tidak berani melaut karena sejak beberapa hari terakhir ini gelombang tinggi," kata nelayan pancing warga Tarahan, Lampung Selatan, Ahmadi di Taman Hiburan Rakyat Pasirputih, Rabu (6/10).

Hal yang sama juga dilakukan sejumlah nelayan di pantai pesisir selatan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kemarin. Mereka enggan melaut karena gelombang besar mencapai 1.5 meter, khususnya di perairan laut Teluk Semangka Kotaagung.

Walau demikian, masih ada nelayan yang memaksa untuk melaut, karena kebutuhan yang tidak bisa di tunda, sekalipun gelombang besar, dan cuaca di sekitar laut itu cukup ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu. (rusman/ant)

 

Arsip Berita