Sabtu, 26 Mei 2012
Himbauan BMKG: Waspadai Angin Puting Beliung di Sumsel
Kamis, 07 Oktober 2010 07:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/10 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG) Kenten Palembang menghimbau masyarakat Sumatera Selatan untuk mewaspadai ancaman bencana angin puting beliung hingga awal November 2010.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kenten Palembang, Ishak Jauhari di Palembang, Kamis (7/10). "Kami mengimbau warga masyarakat untuk waspada terhadap angin puting beliung terutama pada daratan tinggi seperti Pagaralam, Empat Lawang, dan Lahat," katanya

Lebih lanjut Ishak mengatakan, selain itu, daerah-daerah yang memiliki banyak kawasan tanah lapang terbuka harus turut juga waspada.

"Lapangan terbuka yang luas harus diwaspadai karena dapat membuat kumpulan angin puting beliung. Jika saat hujan terjadi, warga masyarakat diharapkan jangan berada di tempat itu," ujarnya.

Dirinya mengatakan cuaca daerah Sumatera Selatan (Sumsel) cukup ekstrim di bulan Oktober, seperti beberapa kota di Indonesia, karena sedang memasuki masa pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

Ishak menambahkan, saat ini suhu permukaan laut di pasifik tengah jauh lebih dingin dari biasanya, sementara suhu perairan Indonesia sedang menghangat. Kondisi ini menurutnya memicu terjadinya cuaca ekstrim sehingga angin yang berhembus jauh lebih kencang dari biasanya.

Dirinya menerangkan, hal itu juga dipengaruhi oleh fenomena La Nina yang sedang melanda Indonesia.

"Keadaan ini akan berlangsung hingga memasuki musim hujan yakni bulan November. Puncak musim hujan itu akan berlangsung dari November-Maret. Meskipun demikian, saat ini curah hujan yang terjadi di daerah Sumatera Selatan sudah mencapai 50 mm atau dalam kategori tinggi," ujarnya.

Selain itu Ishak juga menghimbau agar masyarakat waspada pada bencana banjir. Pasalnya, pada tahun ini berlaku anomali cuaca, yakni terjadinya perubahan cuaca dari biasanya. “Seperti, musim hujan datang lebih cepat dari biasanya," jelasnya.

Sebelumnya berdasarkan pantauan SIGAP, bencana angin puting beliung yang terjadi di Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, Rabu (6/10) sekitar pukul 16.25 WIB petang menghambat arus transportasi jalur lintas barat (Jalinbar).

Setidaknya hal ini dikatakan pengendara dari Provinsi Bengkulu, Sutan Komarudin, di Krui, Kamis (7/10). "Bencana alam ini membuat kendaran yang berasal dari Provinsi Bengkulu dan Kota Agung terpaksa macet, karena sebagian besar material yang terkena dampak bencana tersebut belum di bersihkan," katanya.

Angin puting beliung mengakibatkan pasar dan lapak pedagang dekat di jalur lintas barat, berserakan di tengah jalan, upaya pembersihan terhabat akibat cuaca buruk masih terjadi di daerah pesisir.  (rusman/ant)


 

Arsip Berita