Sabtu, 26 Mei 2012
NTB: BPDAS Bentuk Posko Pembagian Bibit Gratis
Rabu, 06 Oktober 2010 12:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 (SIGAP) - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Dodokan Moyosari Nusa Tenggara Barat membentuk posko pembagian bibit pohon gratis untuk menarik minat masyakarat melakukan gerakan penghijauan.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari Nusa Tenggara Barat (NTB) Eko Hadi Kuncoro, di Mataram, Rabu (6/10) mengatakan, pembentukan posko tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat menanam pohon yang nantinya berdampak terhadap kelestarian alam dan menambah lokasi resapan air.

Menurut Eko Hadi, nantinya berbagai jenis pohon dapat diperoleh secara gratis oleh masyarakat dengan catatan bibit tersebut harus memiliki lahan yang jelas untuk lokasi penanaman. “Boleh di kebun, pekarangan, pinggir sungai atau di kawasan hutan," katanya.

Edi Hadi mengatakan, pihaknya sudah menyediakan sebanyak 100 ribu bibit pohon yang terdiri atas 8 jenis yaitu sengon, dao, jati putih, sentul, cendana, gaharu, trembesi dan mahoni.

Jumlah bibit pohon yang sudah tersalurkan ke masyarakat sejak dibentuknya posko pembagian bibit gratis baru sekitar 25 ribu batang bibit. Sebagian besar disalurkan melalui kegiatan sosial yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa, TNI dan Polri.

"Penyediaan bibit gratis bagi masyarakat oleh BPDAS NTB sebenarnya sudah cukup lama, namun mungkin sosialisasi kepada masyarakat masih kurang, sehingga jumlah yang tersalurkan masih relatif sedikit," katanya.

Untuk itu, kata Eko Hadi, pihaknya juga berharap kepada Dinas Kehutanan di kabupaten untuk ikut membentuk posko pemberian bibit pohon gratis, sehingga target penyaluran 100 ribu bibit pohon kepada masyarakat untuk penghijauan bisa direalisasikan.

Dengan demikian, lanjutnya, berbagai persoalan yang menyangkut kelestarian hutan dan lingkungan terutama masalah lahan kritis di NTB, dapat diatasi.

"Lahan kritis di NTB sudah mencapai sekitar 500 ribu hektare. Itu terjadi akibat perambahan hutan secara ilegal oleh masyarakat dan kondisi iklim yang kurang menentu akhir-akhir ini," katanya.

Eko Hadi juga mengimbau kepada masyarakat NTB untuk tidak segan-segan datang ke BPDAS Dodokan Moyosari NTB meminta bibit pohon gratis untuk ditanam di kebun atau di lahan-lahan kritis, sebagai bentuk kepedulian terhadap keletarian lingkungan.

Posko pemberian bibit pohon gratis berlokasi di Kantor BPDAS Dodokan Moyosari NTB Jalan Majapahit No. 54 C, Mataram, belakang Kantor Dinas Kehutanan NTB. Seluruh elemen masyarakat bisa memperoleh bibit pohon secara gratis dengan syarat memiliki lokasi penanaman.

Berdasarkan catatan SIGAP, saat ini usaha penghijauan yang ada belum memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan bahkan untuk kesejahteraan masyarakat secara luas. Manfaat pohon yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia belum dimanfaatkan secara seimbang, artinya manfaat hasil eksploitasinya masih dominan dibandingkan dengan manfaat keberadaannya.

DAS atau daerah aliran sungai merupakan satu kesatuan ekosistem yang unsur-unsur utamanya terdiri dari sumber daya alam tanah, air dan vegetasi dan sumberdaya manusia sebagai pelaku pemanfaat sumberdaya alam tersebut.

Pemanfaatan sumberdaya alam mencerminkan pola perilaku, keadaan sosial ekonomi dan tingkat pengelolaan yang sangat erat kaitannya dengan kelembagaan (institusional arrangement). Sebagai satu kesatuan tata air, DAS dipengaruhi kondisi bagian hulu, khususnya kondisi fisik daerah tangkapan dan daerah resapan yang seringkali rawan terhadap ancaman kerusakan seperti erosi dan gerakan tanah.

Mengkaji DAS tidak mungkin hanya membatasi dasar kebijakan pada satu perundang-undangan yang sejenis atau sebidang. DAS harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh menyeluruh yang terdiri dari sumber-sumber air, badan air, sungai, danau, waduk, yang satu dan lainnya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. (rusman/ant)

 

Arsip Berita