Sabtu, 26 Mei 2012
Abrasi Pantai Apoang Mengkhwatirkan
Rabu, 06 Oktober 2010 07:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 - (SIGAP)- Masyarakat yang bermukim di daerah pesisir pantai di Lingkungan Apoang, Kelurahan Mosso Dhua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini merasa takut karena terancam musibah abrasi pantai.

Tamsur Burhanuddin, salah seorang tokoh masyarakat Apoang, di Majene, Rabu  (6/10) mengatakan, masyarakat yang bermukin di wilayah pesisir pantai ini mulai khawatir karena merasa terancam akan terkena musibah abrasi pantai.

"Jika pemerintah tidak melakukan langkah antisipasi dengan cara membuat tanggul sepanjang 500 meter, maka ratusan pemukiman yang berada di bibir pantai ini terancam dihantam ombak besar saat musim barat tiba," katanya.

Saat ini katanya, ratusan pemukiman penduduk di bibir pantai Apoang tak tahu harus mengadu kemana karena masyarakat telah mengajukan bantuan kepada lurah setempat bahkan juga pernah mengajukan langsung ke pemerintah kabupaten setempat.

Dirinya menyebutkan selain pemukiman warga, puluhan tempat usaha wisata kuliner atau pedagang es kelapa muda yang berada di kawasan pesisir pantai juga terancam dihantam ombak besar saat musim barat tiba.

"Jika pemerintah tidak membuatkan tanggul penahan ombak maka bukan hanya pemukiman warga yang terancam, tetapi puluhan tempat usaha para pedagang es kelapa muda juga terkena imbasnya," katanya.

Selain itu, ancaman abrasi gelombang air laut pasang sepanjang puluhan kilometer di wilayah pesisir kabupaten Majene juga mulai menghawatirkan.

Sepanjang puluhan kilometer wilayah pantai Kabupaten Majene terus dikikis air laut yang juga menghantam beberapa tanggul penahan ombak yang terletak di pesisir pantai.

Abrasi yang terjadi tersebut juga merusak badan jalan jalur trans sulawesi yang terletak di sekitar pesisir pantai di wilayah itu, sehingga jalan trans sulawesi di bagian barat Sulawesi tersebut juga menjadi terancam.

Hutan bakau yang selama ini dijadikan penahan ombak untuk menahan laju ombak sudah banyak yang tumbang karena populasinya semakin sedikit.

"Kalau pemerintah tidak segera membangun tanggul maka kami khawatir abrasi akan terus merusak jalan dan mengancam pemukiman penduduk di wilayah ini," kata Andi Arman, salah seorang warga Ulidang, Sendana.

Dirinya mengatakan, ancaman abrasi di wilayah pesisir Majene tersebut dirasakan warga semenjak cuaca esktrim melanda wilayah ini.

"Akhir akhir ini ombak cukup tinggi dan begitu keras menghantam pesisir pantai karena badai angin kencang juga sering melanda meski tidak begitu parah, sehingga abrasi yang ditimbulkan cukup mengkhawatirkan," katanya. (ari prahasta/ant)


 

Arsip Berita