Sabtu, 26 Mei 2012
Denpasar Alami Krisis Air Bersih
Rabu, 06 Oktober 2010 07:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 (SIGAP) - Seluruh wilayah Kota Denpasar, Bali mengalami krisis air bersih. Demikian diungkapkan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar Maha Putra.

"Krisis air ini terjadi hampir di seluruh Denpasar, khususnya di perumahan dan daerah yang agak tinggi. Seperti di kawasan Kebo Iwa Utara, di mana warganya mulai mengeluhkan hal tersebut," ujarnya, Selasa (5/10).

Dirinya menambahkan, alasan terjadinya krisis air itu adalah akibat terbatasnya sumber air yang dimiliki oleh pihaknya. Diakui Maha Putra, hal tersebut membuat pihaknya kebingungan, sebab harus membagi air yang sumbernya terbatas kepada semua pelanggan.

"Namun, krisis air yang terjadi di berbagai wilayah itu terjadi pada waktu yang sibuk. Krisis kekurangan air terjadi pada saat pukul 07.00 dan 16.00 Wita," katanya menjelaskan.

Tetapi khusus wilayah Kebo Iwa Utara, krisis air terjadi selain karena pembagian air kepada pelanggan, juga karena macetnya sumur-sumur bor yang selama ini digunakan.

"Sebelum sumur milik warga macet, warga daerah itu tidak pernah mengeluh. Tetapi setelah sumur macet, baru warga mengeluh," jelasnya.

Untuk mengatasi krisis air yang terjadi di ibu kota Provinsi Bali, tidak ada jalan lain kecuali menunggu program Sarbagita berjalan. Sebab diakuinya, pasokan air di Denpasar memang tergantung dari daerah lain, seperti Tabanan dan Gianyar.

"Tapi saya pesimis krisis air akan segera diatasi. Sebab, program Sarbagita sampai sekarang masih belum jelas nasibnya. Sampai saat ini tidak terdengar kapan proyek itu akan dilaksanakan," katanya.

Sementara itu, Reza Putra, salah seorang warga di Kebo Iwa Utara mengaku warga sudah satu pekan kesulitan memperoleh air PDAM.

"Sudah sejak seminggu lalu, air tidak keluar di rumah saya. Begitu juga dengan rumah tetangga saya yang lainnya," ujarnya.

Dirinya berharap, supaya kondisi ini segera diperhatikan oleh pihak PDAM. "Sebab, akibat sulitnya air, aktivitas kami jadi terganggu," ujarnya.(wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita