Sabtu, 26 Mei 2012
Yogyakarta: Mandor Ikuti Pelatihan Bangunan Tahan Gempa
Rabu, 06 Oktober 2010 05:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 (SIGAP) - Sebanyak 100 mandor bangunan di Bantul menerima pelatihan bangunan tahan gempa. Pelatihan tersebut sangat penting mengingat sekitar 30% bangunan pascagempa belum memenuhi standar bangunan tahan gempa. Padahal status Bantul adalah daerah rawan gempa.

"Pemahaman mandor soal bangunan tahan gempa sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa saat gempa muncul. Kebanyakan rumah yang hancur saat gempa karena konstruksinya kurang kuat," kata Pariyatmono, Asisten Deputi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementrian Riset dan Teknologi, saat membuka acara pelatihan tersebut, Selasa (5/10).

Menurutnya, menyiapkan rumah tahan gempa menjadi bagian kesiagaan masyarakat. Selain bangunan, kesiagaan masyarakat juga bisa dibentuk sejak dini dengan memasukkan kurikulum mitigasi bencana bagi siswa SD. Mulai tahun ini, Bantul telah memasukkan mitigasi bencana sebagai muatan lokal.

Sekretaris Daerah Bantul, Gendut Sudarto mengatakan Pemerintah Kabupaten Bantul baru menyadari wilayahnya berada di daerah rawan gempa setelah tragedi gempa 2006. "Setelah kejadian itu kami baru sadar ternyata Bantul rawan gempa," katanya. (wa prasetya/SI)

 

Arsip Berita