Sabtu, 26 Mei 2012
Lampung Selatan: Bupati Bantu Korban Puting Beliung
Rabu, 06 Oktober 2010 05:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 (SIGAP) - Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP menyatakan akan segera membantu korban puting beliung yang terjadi pada Senin (4/10), di pesisir timur pantai Kecamatan Sragi kabupaten setempat.

"Kami telah mendapatkan laporan dari pemerintah kecamatan setempat dan kami bersama instansi terkait akan segera mengirimkan bantuan untuk meringankan beban korban," kata dia, di Kalianda, Selasa (5/10).

Dirinya mengatakan, dana bantuan tersebut akan diupayakan dari pos anggaran lain karena hingga saat ini kondisi keuangan pemerintah memang kurang stabil.

"Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk rumah warga yang mengalami kerusakan," jelasnya.

Menurutnya, upaya penyaluran akan segera diberikan secepatnya dan telah berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum serta dinas sosial setempat menyesuaikan dengan ketersediaan dana.

"Kami juga akan melakukan inventarisasi secara jelas kerugian warga tersebut sesuai dengan kerusakan yang dialami," katanya.

Rycko juga mengatakan, pemerintah akan meningkatkan kesiagaan terhadap bencana alam lain akibat cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

Ryko mengatakan, kesiagaan itu dilakukan dengan membentuk badan penanggulangan bencana yang siaga sewaktu waktu jika bencana alam melanda yang telah dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Dirinya menegaskan, seluruh pejabat pemerintah juga bersiaga meskipun di luar jam kerja karena bencana alam dapat datang sewaktu-waktu.

"Kami tekankan untuk para pejabat pemkab agar telepon genggam masing-masing tetap aktif selama 24 jam tanpa terkecuali untuk memudahkan koordinasi terkait bencana tersebut," ujarnya.

Selain itu, katanya, sejumlah warga atau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam seperti rawan longsor, angin kencang atau banjir agar waspada dengan cuaca ekstrem untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Sebelumnya, angin puting beliung menerjang pemukiman warga di pesisir timur pantai Desa Bandaragung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan yang merobohkan empat rumah warga dan merusak 39 rumah lainnya.

Selain merusak rumah warga, bencana alam itu juga merusak fasilitas umum berupa jembatan sekolah dan tempat ibadah, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (3/10) yang disertai hujan deras, membuat warga daerah itu sempat panik dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Di saat bersamaan, dilaporkan gelombang laut laksana tsunami juga telah membuat ratusan rumah warga terhempas gulungan ombak setinggi 4 meter hingga menimbulkan kepanikan ratusan warga Muara Gading Mas, Labuhan Meringgai, Lampung Timur, sekitar pukul 11.30 WIB, 4/10 lalu.

Ratusan warga yang menyaksikan fenomena alam dengan gelombang laut naik 4 meter disertai angin kencang dan hujan lebat membuat ratusan warga mengungsi meninggalkan kapal motor, rumah beserta perabotannya hanyut terseret gelombang yang datang secara tiba-tiba menyapu seluruh yang ada di pinggir pantai. Dikatakan fenomena seperti puting beliung tetapi terjadi dipantai.

Kepala Desa Muara Gading Mas, Ahmad Sanusi mengatakan, tiba-tiba saja gelombang setinggi 4 meter disertai angin kencang dan hujan deras serta petir saling sambar menyambar mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB., hingga satu jam lamanya lalu menghempas seluruh kapal motor dan ratusan rumah warga”, kata Kepala Desa.

Berdasarkan pantauan di lapangan puluhan rumah rusak parah dan rusak ringan. Ada 15 perahu nelayan yang tenggelam dan 15 perahu rusak parah akibat dihantam ombak. Akibat gelombang tinggi itu, air juga masuk ke Dusun 5 yang jaraknya sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Kerusakan juga terjadi pada Dusun 13 dan 15 yang lokasinya sekitar 1 km dari pantai. Dilokasi ini juga air masuk ke rumah warga karena meluapnya sungai.Ratusan warga langsung mengungsi khawatir terjadi gelombang susulan karena cuaca ekstrem masih terjadi. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita