Sabtu, 26 Mei 2012
Lebak: Sektor Perikanan Serap 23.637 Tenaga Kerja
Rabu, 06 Oktober 2010 04:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/10 (SIGAP) - Sektor perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Lebak menyerap tenaga kerja sebanyak 23.837 jiwa yang tersebar di 28 kecamatan di daerah itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Edi Wahyudi, Selasa (5/10) mengatakan, dari 23.837 tenaga kerja tersebut sebagian besar mereka pembudidaya ikan air tawar yakni mencapai 17.184 orang.

Pembudidaya ikan tawar merupakan usaha yang diandalkan masyarakat karena bisa produksi antara 40 sampai 120 hari.

Dirinya menyebutkan, produksi ikan tawar seperti jenis ikan lele, mas, nila, dan gurame kini mampu memasok ke pasaran lokal.

"Saya kira usaha budidaya ikan tawar cukup prospektif karena melibatkan banyak tenaga kerja," katanya.

Menurutnya, hingga kini bidang perikanan laut menyerap tenaga kerja sebanyak 3.140 jiwa, buruh perikanan 2.477 jiwa, pemilik atau pengusaha tambak yang mencapai 663 orang dan pengolah hasil perikanan 373 orang.

Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan sektor kalautan dan perikanan sehingga ke depan bisa menjadi andalan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten itu.

Selama ini, kata Edi Junaedi, PAD Kabupaten Lebak dari sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp540 juta per tahun.

"Saya kira dengan mengoptimalkan sektor perikanan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujarnya.

Dikatakanya, sebetulnya potensi perikanan Kabupaten Lebak cukup besar karena memiliki perairan laut seluas 677,51 Km persegi, panjang garis pantai 91,42 Km, enam kecamatan pesisir, 20 desa pesisir, dan lima pulau kecil.

"Saya optimistis sektor perikanan bisa menekan angka pengangguran," katanya.

Sementara itu, Edi Junaedi, petani budi daya ikan tawar mengaku dirinya setiap dua hari memasok ikan jenis lele dan mas kepada pedagang lokal di Pasar Rangkasbitung.

"Kami setiap hari bisa memenuhi kebutuhan ikan tawar dan melibatkan puluhan tenaga kerja," jelasnya.

Sementara itu menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberry meyakini, bahwa pembangunan sektor perikanan masih menempati sektor penting dalam peningkatan pangan di  Indonesia. Untuk itu pihaknya menempatkan 3 pilar pembangunan diantaranya membuka lapangan kerja dan menekan angka  kemiskinan.

Diyakini bahwa dengan budidaya yang dikembangkan dengan baik, akan ikut  mendorong pertumbuhan ekonomi.  Tetapi harus diingat  budidaya yang dikembangkanpun harus ramah lingkungan  atau yang namakan pro planning, selain pro Job, propoor, dan pro out.

Penduduk Indonesia sebesar 228 juta orang dengan pertumbuhan  1,36% per tahun dan pada tahun 2030  menjadi 300 juta orang.

Ada kebutuhan makan inilah yang akan menjadi masalah besar yang dihadapi bangsa jika berbagai sumber daya termasuk budidaya ikan tidak dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan pangan. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita