Sabtu, 26 Mei 2012
Andi Arief: Harus Ada Langkah Antisipatif untuk Mitigasi Bencana
Rabu, 12 Mei 2010 06:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/5 (Sigap) - Gempa yang betubi-tubi mengguncang Indonesia dalam minggu ini merupakan gejala yang harus mendapat perhatian khusus. Terlebih, jika kita melihat Meulaboh yang dalam dua hari belakangan ini mengalami gempa yang berturut-turut dengan skala di atas 5 SR. Sejak hari minggu (9/5), sedikitnya Indonesia telah diguncang 4 kali gempa berskala besar –di atas 5 SR. Daerah tersebut adalah, Saumkali (Maluku) 5.5 SR, Meulaboh (NAD) 7.2 SR,  Palu (Sulteng) 5.3 SR, dan Meulaboh (NAD) 5.8 SR.

Menurut Staf Khusus Presiden  Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP Bansos dan Bencana), Andi Arief, dalam kajian tim SKP Bansos dan Bencana, Kota Meulaboh dan sekitarnya merupakan daerah yang paling dekat dengan pusat gempa bumi, tersusun oleh aluvium dan batuan sedimen berumur tersier, serta sedikit batuan vulkanik berumur Tersier. “Goncangan gempa bumi terasa keras di Meulaboh dan Medan yang disusun oleh aluvium dan batuan vulkanik Kuarter yang sifat lepas, urai, dan belum terkompaksi dengan baik sehingga bersifat memperkuat efek goncangan gempa bumi,” jelas Andi Arief kepada Sigap.

Selaku Staf Khusus yang membidangi bantuan dan bencana, peristiwa gempa yang berulang ini, dengan intensitas yang meningkat, memerlukan tindakan yang menyeluruh dalam segala level yang ada. Kewaspadaan atas ancaman bencana alam ini haruslah ditingkatkan levelnya. Karenanya, menurut Andi, Unit SKP Bansos dan Bencana menyarankan kepada Presiden untuk kembali mengingatkan Gubernur dan Bupati yang wilayahnya termasuk dalam daerah rawan gempa. “Kami menyarankan kepada  Bapak Presiden untuk kembali mengingatkan beberapa Gubernur dan Bupati yang daerahnya dikategorikan rawan gempa bumi agar melakukan beberapa langkah antisipatif menyangkut mitigasi bencana,” kata Andi Arief. (laporan Iwan Sumule)

 

 

Arsip Berita