Sabtu, 26 Mei 2012
Dinkes Dumai Imbau Masyarakat Waspada DBD
Selasa, 05 Oktober 2010 07:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/10 (SIGAP) - Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Dumai, Provinsi Riau, mengimbau masyarakat agar mewaspadai wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut seiring dengan datangnya musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Dumai, Desio Isanov, Senin, di ruang kerjanya, mengatakan, pada Oktober, November dan Desember dikenal sebagai bulan yang rawan penyebaran penyakit DBD.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kasus DBD selalu meningkat pada bulan yang identik dengan musim penghujan ini," katanya.

Untuk mengantisipasi wabah penyakit mematikan itu, kata dia, Dinkes Dumai mengingatkan warga untuk lebih pro aktif menjaga kebersihan lingkungan.

"Kebersihan adalah hal yang penting agar kasus DBD tidak sebanyak tahun sebelumnya," ujar Desio Isanov.

Menurut Desio, upaya kebersihan itu dapat dilakukan dengan memberantas sarang nyamuk melalui 3 M yakni Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas atau sampah.

Dikatakannya, kegiatan itu merupakan cara yang paling ampuh untuk memutus mata rantai pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi perantara penyebar penyakit DBD.

"Masyarakat Dumai, diharapakan agar terus menerus menggalakan kegiatan 3 M. Selain itu, masyarakat juga harus sering membersihkan rumahnya," harapnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Wali Kota Dumai, Agus Widayat, juga memberikan masukan yang sama dengan apa yang telah disampaikan oleh Kepala Dinkes Dumai terkait musim hujan.

"Saya hanya mengharapkan agar masyarakat selalu senantiasa menjaga kebersihan, karena kebersihan adalah pangkal kita untuk sehat," katanya.

Agar lebih sistematis, dalam catatan SIGAP dibutuhkan penyuluhan, pembinaan, pemantauan, pemberantasan sarang nyamuk, pengasapan (fogging), pelacakan kasus dan pelatihan tenaga puskesmas.

Rekomendasi lain adalah dengan melakukan pemetaan dan pemantauan wilayah setempat (PWS), pendidikan dan pelatihan khusus juru pemantau jentik (jumantik), pengawasan terpadu dan penganggaran program DBD melalui dana APBD maupun APBN. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita