Sabtu, 26 Mei 2012
Indonesia Aquaculture: 2015 Indonesia Produsen Ikan Terbesar Dunia
Selasa, 05 Oktober 2010 03:47
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/10 (SIGAP) - Penyelenggaraan Indonesia Aquaculture 2010 pada 4-6 Oktober diharapkan memacu peningkatan produksi ikan budidaya dalam mewujudkan visi agar Indonesia dapat menjadi negara penghasil ikan terbesar di dunia pada 2015.

"Indonesia Aquaculture diharapkan bisa menyamakan persepsi insan perikanan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai produsen ikan terbesar di dunia pada 2015," kata Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Martani Huseini, dalam pembukaan Indonesian Aquaculture di Bandarlampung, Senin (4/10).

Menurut Martani, perikanan budidaya yang menjadi objek dalam Indo-Aquaculture itu merupakan kontributor utama peningkatan produksi perikanan nasional.

Apalagi, KKP telah menargetkan produksi perikanan budidaya ditargetkan meningkat hingga sebesar 353 persen selama periode tahun 2010 hingga 2014.

Peningkatan itu menandakan bahwa produksi perikanan budidaya harus meningkat dari 5,26 juta ton pada 2010 menjadi 16,89 juta ton pada 2014.

Untuk itu, ujar Martani, penting untuk berperan aktif dalam melaksanakan pengelolaan bidang perikanan dan kelautan yang sinergis dan berkelanjutan."Tidak hanya harus mengubah cara kerja, tetapi kita harus melakukannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tahun 2009, produksi ikan tuna dalam kurun waktu 1989-2006 pertumbuhannya mencapai 4,74% per tahun. Secara keseluruhan total produksi tuna nasional—termasuk volume impor—pada tahun 2006 mencapai 575.087,85 ton.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2009 menunjukkan, volume ekspor ikan tuna nasional dalam kurun waktu 1989-2007 tumbuh 5,21% per tahun. Total volume ekspor ikan tuna tahun 2006 sebesar 35.459,96 ton. Artinya, kalau dilihat dari total produksi nasional, total produksi ikan tuna yang diekspor hanya 6,17%-nya.

Dengan kata lain, data tersebut menunjukkan, sekitar 93,83% produksi ikan tuna nasional belum terserap pasar ekspor. Jika kedua data produksi dan ekspor itu dibandingkan, akan terlihat total produksi ikan tuna nasional yang tidak diserap pasar ekspor dalam kurun waktu 1989-2007 rata-rata mencapai 91,43% per tahun.

Berdasarkan catatan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), satu unit industri pengalengan tuna umumnya memerlukan bahan baku per hari minimal sekitar 80 ton atau sekitar 28.000 ton per tahun. Artinya produksi tuna nasional seperti yang tergambar dalam laporan PBB dan FAO tersebut rata-rata per tahun dapat memasok bahan baku ikan tuna untuk 17 unit industri pengalengan ikan tuna nasional. Bahkan, produksi ikan tuna nasional tahun 2004, yaitu 629.055,87 ton, sebenarnya dapat menghidupi 23 unit industri pengalengan ikan tuna.  (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita