Sabtu, 26 Mei 2012
BMKG: Wilayah Rawan Banjir Jakarta
Selasa, 05 Oktober 2010 03:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/10 (SIGAP) - Hasil penelitian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ditjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan Bakosurtanal menyebutkan, DKI Jakarta pada Oktober dan November bakal diguyur hujan di atas normal dan berpotensi terjadinya banjir. Potensi banjir pada Oktober diperkirakan terjadi dalam kategori menengah dan rendah.

Diantara potensi banjir menengah berdasarkan kecamatannya, adalah meliputi wilayah Jakarta Pusat ada di Menteng dan Tanah Abang. Jakarta Selatan, Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu serta Tebet. Sementara Jakarta Timur, Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Pulogadung.

Sementara daerah yang berpotensi banjir kategori rendah, Jakarta Barat, Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk, Taman Sari. Jakarta Pusat, Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang. Jakarta Timur ada di Pulogadung. Jakarta Utara, Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, Tanjung Priok.

Selanjutnya, pada November, di DKI Jakarta diprediksikan BMKG hanya terjadi banjir kategori rendah. Jakarta Barat ada di Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk serta Taman Sari.

Sementara Jakarta Pusat, Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang. Jakarta Selatan, Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu serta Tebet.

Sedangkan Jakarta Timur, Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramatjati, Makasar serta Pulogadung. Untuk Jakarta Utara, Cilincing, Kelapa Gading, Koja Pademangan, Penjaringan, Tanjung Priok.

Sementara itu, untuk prakiraan hujan hari ini di kawasan Jabodetabek, pada pagi hari, hujan sedang hanya terjadi di Kepulauan Seribu. Daerah lain berawan. Siang hari, hujan sedang terjadi di Jakarta Selatan, Depok, Tangerang, Bogor.

Sementara hujan ringan terjadi di Jakarta Barat. Sedangkan malam hari, hanya terjadi hujan ringan, seperti di Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Depok, Tangerang serta Bogor.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PU DKI Tarjuki mengakui jika hujan yang mengguyur Jakarta sudah di atas normal hingga mencapai 150 mm hingga 200 mm. Hal itu memang berpotensi terjadinya banjir lantaran volume air yang turun dengan kapasitas saluran dalam mengalirkan air tidak seimbang. Intensitas hujan 200 mm per jam tersebut biasanya terjadi dalam rentang satu pekan. Namun, untuk beberapa kasus, terjadi hanya dalam waktu beberapa jam saja.

"Saluran mikro, saluran penghubung, seluruhnya sudah kami keruk. Tapi saluran makro ini yang menjadi kendala. Sampai saat ini belum dikeruk. Kapasitasnya menyempit. Sementara, DKI tidak bisa berbuat banyak lantaran itu tanggungjawab pemerintah pusat. Seperti yang meluap akhir-akhir ini, Kali Ciliwung, Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan," ungkapnya. (wa prasetya/bmkg)

 

Arsip Berita