Sabtu, 26 Mei 2012
Mentawai: Pekarangan Rumah Penunjang Ketahanan Pangan
Minggu, 03 Oktober 2010 00:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/10 (SIGAP) - Pekarangan rumah warga Kabupaten Mentawai Provinsi Sumatera Barat, dapat menunjang ketahanan pangan dengan menjadikannya lahan tanaman holtikultura maupun tanaman obat atau bio farmaka.

"Bila lahan pekarangan dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat Mentawai, diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka dan sebagian kebutuhan pangan bisa dipenuhi sendiri," kata tokoh masyarakat Mentawai, Ir Hanafiah, di Mentawai, Sabtu (2/10).

Pemanfaatan pekarangan itu kini sedang disosialisasikkan kepada seluruh masyarakat dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah daerah dari setiap dusun di bumi Sikerei tersebut.

Menurutnya, sosialisasi tersebut diinisiasi bersama tiga tokoh masyarakat lainnya yakni Hendri, dan Rosni dari tenaga PPL Dinas Pertanian Mentawai, dan Salmen Saogo, Kepala Dusun Turonia, Mentawai.

"Ini dilakukan agar seluruh masyarakat sadar bahwa di sekitar lingkungan mereka tinggal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selain manambah keindahan dan keasrian pekarangan rumah," ujarnya.

Dirinya  menjelaskan, di lingkungan rumah tersbebut dapat ditanam berbagai macam jenis tanaman sayuran seperti, bayam, terong, kacang panjang, jagung, cabai serta tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan seperti jahe dan lengkuas.

"Para warga sebenarnaya mempunyai lahan yang cukup, namun belum difungsikan secara maksimal," katanya.

Sementara, Kepala Dusun Turonia Salmen Saogo menyatakan kesediaannya untuk menjadikan lahan miliknya seluas 0,25 hektare di Simpang Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mantawai sebagai percontohan.

Menurutnya, sekarang ini, lahan tersebut sudah diolah secara bergotong royong bersama masyarakat lain yang nantinya akan berbagai jenis sayuran dengan dibantu 2 orang tenaga PPL dari Dinas Pertanian Mentawai sebagai tenaga teknis pertanian.

"Kita juga telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pertanian Mentawai untuk mendukung program inisiatif ini dan pemerintah diharapkan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk , serta tenaga PPL," kata Salmen.

Dalam catatan SIGAP program pemerintah kabupaten Mentawai sejalan dengan pemerintah pusat, utamanya untuk bidang kesehatan.

Untuk diketahui, pemerintah berupaya memperluas cakupan upaya pelayanan pengobatan tradisional secara bertahap ke pelayanan kesehatan formal. Misalnya Kementerian Kesehatan mencanangkan program Jamu masuk Puskesmas.

Menkes menegaskan, pada tahap awal, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan program Saintifikasi Jamu dalam bentuk upaya penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Saintifikasi jamu adalah upaya dan proses pembuktian ilmiah jamu melalui dokter peneliti sekaligus pelayan kesehatan masyarakat.

Karenanya program apotik hidup ini merupakan cakupan akses kesehatan masyarakat, yang layak dikembangkan dan distimuli oleh pemerintah pusat.  (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita