Sabtu, 26 Mei 2012
Mamuju: Harga Gula Melonjak
Minggu, 03 Oktober 2010 00:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/10 (SIGAP)- Harga gula pasir yang dijual pedagang di pasaran Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat melonjak sejak sepekan terakhir.

Pemantauan di Mamuju, Sabtu (2/10), harga gula yang dijual di pasar Regional Kota Mamuju, seperti merek gulaku melonjak dari harga sekitar 12.000 per Kg menjadi sekitar 13.000 per Kg. Begitu juga dengan harga gula pasir biasa melonjak dari harga sekitar Rp10.000 per Kg menjadi Rp11.000 per Kg sejak sepekan terakhir.

Salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Karema Mamuju, Anti mengatakan, naiknya harga gula dipasaran membuat IRT di Mamuju menjerit karena membuat ekonominya menjadi terbebani.

"Harga gula saat lebaran lalu meningkat tajam dari Rp8.000 per Kg menjadi Rp10.000 per Kg namun itu kami anggap wajar, tetapi sebulan setelah lebaran harga gula di Mamuju bukannya turun malah semakin naik," katanya.

Dikatakannya, pemerintah di Mamuju harus segera mengantisipasi naiknya harga gula di Mamuju ini karena membuat ekonomi masyarakat terjepit dan sulit memenuhi kebutuhan pokoknya.

Uni, salah seorang IRT di kelurahan Karema juga mengeluhkan naiknya harga gula itu karena sejumlah kebutuhan pokok lainnya belum normal karena tidak turun setelah lebaran Idul Fitri 1431 hijriah.

"Harga sembako di Mamuju masih seperti disaat lebaran, dan tidak turun ini sudah tidak wajar dan mesti mendapat perhatian pemerintah. Sementara itu, Amir, di pasar regional Mamuju, mengatakan, harga gula mengalami kenaikan karena distributor gula dari Makassar juga tidak menurunkan harga jual gulanya.

"Kami menjual berdasarkan harga yang ditetapkan distributor Makassar, kalau harga gula tidak turun setelah lebaran kami juga tidak mengerti apa penyebabnya," katanya.

Di bulan juni, kenaikan harga kebutuhan pokok, salah satu indikator penyebab kenaikan tersebut adalah kabar akan segera cairnya gaji ke 13 pegawai negeri yang memang akan dibayarkan bulan Juli.

Pemicu lain, suplai produk dari produsen yang  mulai menurun serta  siklus rutin tiap jelang  Ramadhan. Diprediksi saat itu kenaikan ini  akan mereda setelah permintaan  menurun, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, terjadi kenaikan harga untuk Sembako, yakni gula. (wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita