Sabtu, 26 Mei 2012
Angka Warga Miskin Bengkulu Terbanyak Ketiga Di Sumatera
Sabtu, 02 Oktober 2010 19:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/10 (SIGAP) - Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Ir HM Nashsyah di Bengkulu, Sabtu (2/10) mengatakan, warga miskin di Provinsi Bengkulu saat ini tercatat sekitar 10 jiwa atau menduduki urutan ketiga terbanyak di Sumatera setelah Aceh dan Lampung.

Lebih lanjut Nashyah mengatakan, untuk Provinsi Bengkulu dari jumlah penduduk sebanyak 1,7 juta jiwa, sekitar 10 ribu tercatat sebagai warga miskin atau sekitar 18,58 %, sedangkan lainnya sejahtera dan pra sejahtera.

"Jumlah penduduk miskin itu biasanya berada di daerah terisolir, yang sulit dijangkau transportasi kendaraan umum," kata Nahsyah.

Di Provinsi Bengkulu saat ini ada 3 daerah yang bebas keterisoliran yaitu Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara dan Rejang Lebong.

Sedangkan 6 daerah lainnya yaitu Kabupaten Kaur, Seluma, Kepahiang, Benteng, Lebong dan Mukomuko masih termasuk dalam daerah terisolir.

Menurutnya, kondisi dienam daerah itu saat ini belum berubah seperti Bengkulu baru dimekarkan dari Provinsi Sumatera Selatan sekitar tahun 60-an lalu.

Berkat keberhasilan pembangunan dalam beberapa tahun terkahir, tingkat kesejahteraan masyarakat mulai terlihat, terutama setelah sektor perkebunan sebagian besar sudah berproduksi.

Penyebab kemiskinan antara lain sebagian besar tidak memiliki lahan pertanian produktif, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi dan tidak bersekolah, kondisi seperti ini terjadi turun-temurun.

"Tingkat pendidikan mereka juga kurang, sehingga pekerjaan yang didapat pada sektor kasar saja dengan upah yang belum mencukupi bagi kebutuhannya," katanya.

Kalau setiap warga mendapatkan upah kecil otomatis tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi keluarga dan akhirnya bertahan terbelakangan, tambahnya.

Upaya ke depan yang dilakukan, salah satunya adalah memutus mata rantai kehidupan itu dengan cara memberi bantuan agar warga terus berupaya untuk bekerja keras.

Bantuan yang diberikan itu bukan dalam bentuk sesaat, tapi dapat dilakukan dalam jangka panjang seperti peningkatan sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi seimbang.

"Pemprov Bengkulu terus berupaya membuka lapangan kerja. Tidak hanya berkonsentrasi di sektor hulu saja tetapi juga sektor hilir karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja," tambahnya.

Sementara itu berdasarkan catatan SIGAP, selama 5 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mampu mendorong 13 propinsi berhasil memangkas tingkat kemiskinan di bawah 10%. Ke 13 propinsi ini menuai prestasi yang lebih baik di antara 33 propinsi lain.

Ke13 provinsi itu adalah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.

Menurut catatan pemerintah ada 6 provinsi dengan penurunan persentase kemiskinan di atas 4%. Propinsi ini adalah Aceh, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Papua Barat.

Dari sisi pengangguran, dalam periode yang sama tingkat pengangguran secara merata berhasil diturunkan di hampir semua provinsi. Provinsi dengan penurunan tingkat pengangguran di atas 3% adalah Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat. (ari prahasta/ant)



 

Arsip Berita