Sabtu, 26 Mei 2012
Lubuk Linggau: Angka Pengangguran Capai 10.847 Orang
Sabtu, 02 Oktober 2010 16:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/9 (SIGAP) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, mencatat angka pengangguran di daerah itu pada 2009 mencapai 10.847 orang.

Demikian dikatakan kepala BPS Kota Lubuklinggau Helmi Tarmizi, Sabtu (2/10). Lebih lanjut Helmi mengatakan, angka pengangguran di kota itu pada 2009 cukup tinggi mencapai 10.847 orang atau 19,02% dari 186.056 jiwa jumlah penduduk yang dinominasi usia produktif yang memiliki kesempatan kerja.

Jumlah pengangguran tersebut terdiri atas 6.234 orang laki-laki dan 4.613 orang perempuan. Jika dibandingkan pada 2008 jumlah tersebut mengalami penurunan dari 11.118 orang atau 13,49 persen dari jumlah 183.581 jiwa.

Dikatakan Helmi, jumlah ini sendiri merupakan data kumulatif penduduk usia produktif memiliki kesempatan kerja, sejak Januari-Desember 2009 di kota berslogan “Sebiduk Semare”.

Tingginya angka pengangguran ini karena setiap tahun terjadi penambahan jumlah penduduk usia produktif yang sebagian besar berharap bisa bekerja di perusahaan baik swasta maupun lembaga pemerintahan yang jumlah lowongannya sangat minim.

"Banyak anggapan bekerja di instansi pemerintah lebih baik jika sesuai dengan latar belakang pendidikan, namun tidak di iringi dengan keterampilan sehingga membuat pengangguran berpendidikan sarjana (strata-1) banyak ditemukan di daerah ini," katanya.

Angka pengangguran ini sedikit menurun dibanding tahun 2008 lalu dengan total pengangguran mencapai 11.118 jiwa. Terdiri dari 6.199 laki-laki, dan 4.919 perempuan. Jumlah pengangguran ini 13,49 persen dari jumlah populasi 183.581 jiwa.

“Selama 2009 lalu, pengangguran atau tuna karya belum ditempatkan terdiri dari 6.234 laki-laki dan 4.613 perempuan,” jelas Helmi Tarmizi.

Menurut Helmi, pemicu banyaknya pengangguran ada sifat gengsi yang muncul dari dalam diri pencari kerja, terutama untuk sarjana-sarjana.

Dirinya menguraikan, sebagian besar dari mereka ingin pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan yang didapatkan. Namun, tidak banyak pula dari mereka benar-benar memiliki kemampuan atau skill (Keterampilan) yang siap untuk diterapkan di dunia kerja. Akhirnya, banyak sarjana menunggu panggilan, tanpa ada inspirasi untuk membuka sendiri lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kota Lubuklinggau, Mulyanto mengatakan, sebagian besar para pencari kerja yang masuk dalam data pengangguran itu lulusan SMA dan SMK. Penyebab utama mereka menganggur antara lain ketatnya persaingan dunia kerja.

“Selain mengutamakan tenaga-tenaga yang berpengalaman, dunia kerja juga mengharapkan SDM yang berkualitas multi skill,” terangnya.

Mulyanto berharap bagi warga Kota Lubuklinggau maupun warga pendatang yang ingin mencari kerja supaya sedikitnya mempunyai keterampilan komputer, bahasa Inggris maupun Mandarin.

Ketika ditanya bagaimana mengurangi angka pengangguran, Mulyanto mengatakan, pihaknya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) berupaya memberi pelatihan keterampilan kepada calon tenaga kerja yang mendaftar di Disnaker.

“Tapi itu tentu harus dilihat dulu kebutuhan perusahaan seperti apa. Kita akan memberi pelatihan kepada mereka agar segera mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang diperlukan,” terang Mulyanto. (rusman/ant)

 

Arsip Berita