Sabtu, 26 Mei 2012
Indeks Harga Konsumen 57 Kota Mengalami Inflasi
Sabtu, 02 Oktober 2010 14:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/10 (SIGAP) - Berdasarkan observasi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sepanjang September 2010 tercatat 57 kota di antaranya mengalami inflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan yang tercatat sebesar 1,80% dan terendah terjadi di Batam 0,03%," kata Kepala BPS Sumbar, Muchsin Ayub di Padang, Sabtu (2/10).

Menurut Muchsin, dari 57 kota yang mengalami inflasi itu enam kota di Pulau Sumatra dan tiga kota di luar Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, yang mengalami deflasi.

Deflasi tertinggi, katanya, terjadi di Lhokseumawe yang tercatat sebesar 1,28% dan terendah di Medan yang tercatat sebesar 0,20%.

"Deflasi Kota Padang justru menempati urutan keenam terbesar dari kota-kota yang mengalami deflasi di Indonesia," katanya.

Sementara itu dari 16 kota IHK di wilayah Sumatra, selama September 2010 hanya 10 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang yang tercatat sebesar 1,50% dan terendah di Batam yang tercatat sebesar 0,03%.

Deflasi Kota Padang justru menempati urutan ketiga terbesar dari 6 kota yang mengalami deflasi di Pulau Sumatra itu, tambahnya.

Untuk diketahui, ada 3 cara perhitungan untuk bisa menghitung besarnya laju inflasi yakni,

GNP Deflator adalah rasio GNP nominal pada tahun tertentu terhadap GNP riil pada tahun tersebut. Hal ini merupakan ukuran inflasi dari periode dimana harga dasar untuk perhitungan GNP riil digunakan sampai GNP sekarang. Perhitungan cara ini melibatkan semua barang yang diproduksi.

Indeks harga konsumen berfungsi mengukur biaya pembelian kelompok barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumen. Biasanya kelompok barang yang digunakan masyarakat dapat berubah. Hal ini disesuaikan dengan pola konsumsi yang ada.

Indeks Harga Produsen, yakni mengukur harga barang yang dibeli oleh produsen yang meliputi bahan mentah dan barang setengah jadi. IHP ini juga digunakan untuk mengukur ndeks harga pada awal distribusi. (wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita