Sabtu, 26 Mei 2012
Palembang: Dinkes Siapkan 1.539 Pos Pelayanan Imunisasi
Sabtu, 02 Oktober 2010 05:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/10 (SIGAP) - Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan 1.539 pos pelayanan imunisasi campak dan polio yang tersebar di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Palembang, dr Anton Suwindro, di Palembang, Jumat (1/10) mengatakan selama Oktober ini pos PIN tersebut melayani imunisasi campak dan vaksin polio.

Pihaknya berupaya untuk terus mengkampanyekan pentingnya anak usia nol bulan sampai 59 bulan mendapatkan imunisasi campak dan vaksin polio, katanya.

Menurut Anton, Oktober ini merupakan kampanye vaksin polio dan imunisasi campak bersama secara nasional.

Warga Palembang yang memiliki anak usia nol sampai 59 bulan dan sembilan hingga 59 bulan memberikan vaksin polio, serta imunisasi campak, tambahnya.

Dirinya mengatakan, sampai saat ini campak masih menjadi penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun yang mencapai 48%.

Penyakit hepatitis B berada di urutan kedua yang mematikan dan pertusis ketiga, katanya.

Anton menjelaskan, pihaknya berharap dengan kampanye vaksin polio dan imunisasi campak ini, mampu meningkatkan kesadaran warga untuk memberikan anti bodi terhadap dua penyakit tersebut.

Vaksin dan imunisasi tersebut dilayani gratis di Pos PIN, seperti Posyandu dan Puskesmas di daerah itu, ujarnya.

Anton menambahkan, 3.078 tenaga kesehatan dibantu kader posyandu dengan jumlah yang sama akan melayani warga yang mendatangi Pos PIN.

Petugas dari dinkes setempat juga berkomitmen berkampanye secara rutin tentang program itu, tambahnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang.

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.

Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya.

Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak.

Adapun tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya. (rusman/ant)

 

Arsip Berita