Sabtu, 26 Mei 2012
Cuaca Ekstrim Sangat Pengaruhi Petani dan Nelayan
Jumat, 01 Oktober 2010 17:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/10 (SIGAP) - Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Bangka Awaluddin di Sungailiat, Jum’at (1/10) mengatakan, musim tanam padi ladang di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, terlambat akibat cuaca ekstrem.

Padahal, kata Awaluddin, sesuai jadwal sebelumnya musim tanam petani ladang sudah mulai dilaksanakan Juli 2010, tetapi sampai saat ini para petani belum menanamnya.

"Hujan dan panas yang tidak menentu seperti sekarang menjadi kendala bagi petani ladang untuk menanam padi, padahal yang dibutuhkan petani untuk menanam padi yaitu musim kemarau," ujarnya.

Dirinya mengatakan belum bisa memastikan sampai kapan petani akan kembali menanam padi karena konidi cuaca tidak bisa diprediksi.

"Kalau melihat kondisinya seperti ini, saya tidak berani menentukan mulai kapan para petani kembali menanam padi," ujarnya.

Awaluddin mengatakan, keterlambatan musim tanam ini diperkirakan akan berdampak pada tidak tercapainya target sasaran produksi hasil panen padi ladang tahun 2010.

"Saya tidak bisa menjamin apakah target produksi padi ladang seluas 1.733 hektare mampu memproduksi padi sebanyak 2.674,1 ton," katanya.

Dirnya mengatakan produksi padi ladang lebih banyak jika dibandingkan dengan target produksi padi sawah yang hanya 2.053,5 ton dari luas tanam 662 hektare.

"Dengan terlambatnya musim tanam ini kami hanya berharap kepada petani padi sawah yang sekarang sudah mulai memasuki musim tanam," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, kondisi cuaca ekstrim yang berubah ubah antara hujan dan panas yang dirasakan pekan lalu juga sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan sehingga tangkapannya jauh merosot.

Ketua Pengusa Ikan dan Nelayan Sungailiat, M Ali saat dikonfirmasi Grup Bangka Pos, Selasa (21/9) lalu mengatakan, tahun ini kita tidak bisa lagi memprediksi lagi kapan itu musim tenggara atau musim timur..
Menurutnya hasil tangkapan nelayan saat ini dapat dibuktikan dengan melonjaknya harga ikan di pasaran Sungailiat.

“Akhir-akhir ini sangat sulit untuk mendapatkan hasil tangkapan nelayan mungkin akibat cuaca ekstrim seperti ini atau akibat kondisi alam yang lain, seperti adanya kapal isapkapal isap, yang banyak dikeluhkan nelayan dan mengarah ke situ,” terang Ali. (rusman/ant)



 

Arsip Berita