Sabtu, 26 Mei 2012
Banten: Gubernur Akui Kesenjangan Pembangunan Utara-Selatan
Jumat, 01 Oktober 2010 04:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/10 (SIGAP) - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengakui masih terjadi kesenjangan pembangunan di Banten antara daerah di utara dan di selatan.

"Kesenjangan pembangunan daerah di utara dan selatan Banten memang masih terjadi. Untuk itu, kami mendorong pembangunan infrastruktur di Banten Selatan sebagai langkah awal," kata Ratu Atut Chosiyah di Serang, Kamis (30/9).

Dirinya mengatakan, Pemprov Banten ke depan akan berupaya mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Utara Banten yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Cilegon yang lebih maju dari segi pembangunan infrastruktur dan industri dengan daerah yang ada di wilayah Selatan Banten yakni Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang potensial untuk industri pariwisata dan pertanian.

Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah Provinsi Banten diantaranya mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Banten Selatan diantaranya pembangunan Bandar Udara Banten Selatan di Panimbang, pembangunan jalan tol Serang-Labuan serta pembangunan jalur kereta "double track" dari Serpong hingga Kota Rangkasbitung.

"Jembatan Selat Sunda juga salah satu obsesi yang belum tercapai. Itupun menjadi salah satu upaya untuk pemerataan pembangunan di wilayah Selatan," kata Ratu Atut Chosiyah saat menyampaikan keterangan terkait rangkaian HUT ke-10 Provinsi Banten.

Namun demikian, kata Atut, selama 10 tahun Banten berdiri sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan maupun pembangunan infrastruktur dan pelayanan lainnya.

"Secara detil semua pembangunan yang telah dicapai maupun kekurangan selama 10 Tahun Banten berdiri, akan disampaikan saat rapat paripurna istimewa HUT ke 10 Provinsi Banten 4 Oktober 2010," kata Ratu Atut Chosiyah.

Dalam catatan SIGAP, angka kemiskinan di Indonesia secara umum  di Indonesia tahun 2009 sebesar 32.529.970 orang atau 14,15%  dari total penduduk 225,64 juta jiwa.

Pada tahun 2010, Banten menargetkan  penurunan jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 4,7%  atau sebanyak 44.920 orang, dengan kondisi jumlah penduduk miskin Banten pada saat ini berjumlah 788.067 orang atau 7,64%, maka 2010 jumlah penduduk miskin di Banten minimal menjadi 743.147 orang atau sekitar 7,4% dari total jumlah penduduk banten sebanyak 9,7 juta jiwa. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita