Sabtu, 26 Mei 2012
Kalbar: Pil dan Suntikan Terbanyak Digunakan Peserta KB
Rabu, 29 September 2010 08:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/9 (SIGAP) - Alat kontrasepsi berupa pil dan suntikan paling banyak digunakan para peserta Program Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Kalimantan Barat.

"Baru disusul implan. Tetapi kami berharap Pasangan Usia Subur di Kalbar beralih ke kontrasepsi jangka panjang," kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Provinsi Kalbar Eka Sulistia Ediningsih di Pontianak, Selasa (28/9).

Menurut Eka, dengan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang tentu akan lebih efektif dan efisien.

"Selain itu tidak perlu mengingat setiap bulan juga lebih menjamin kelestarian penggunaan alat kontrasepsi," ungkap Eka.

Penggunaan alat kontrasepsi merupakan suatu langkah untuk pencegahan kehamilan bagi Pasangan Usia Subur.

Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar, pencapaian peserta KB baru pada semester I tahun 2010 sebesar 89.461 akseptor dari target 142.694 akseptor atau sekitar 62,69 persen dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pencapaian peserta baru semester I tahun 2009.

Akan tetapi, 75% menggunakan alat kontrasepsi pil dan suntikan, katanya.

Eka menilai tingginya penggunaan pil dan suntikan itu kurang baik untuk kelangsungan peserta KB dalam upaya menurunkan angka kelahiran.

Melihat hal tersebut, lanjut Eka, tentunya memerlukan upaya-upaya maksimal yang mempunyai daya ungkit besar sehingga dapat meraih peserta KB baru.

Upaya lain yang dilakukan BKKBN Kalbar dengan mendorong advokasi dan informasi kepada masyarakat mengenai program-program KB Kalbar.

Selain itu, menggandeng media massa untuk memperkuat program advokasi agar semakin luas jangkauan informasi yang diterima masyarakat.

Seperti diketahui pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan partner utama dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan kependudukan dan Keluarga Berencana.

Sugiri Syarief Kepala BKKBN dalam situs resmi BKKBN mengatakan, RPJMN 2010-2014 merupakan tahapan ke-2 dari RPJPN tahun 2005-2025 yang ditujukan untuk lebih memantapkan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang melibatkan berbagai bidang pembangunan termasuk pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian.

Di jelaskannya, dari 11 prioritas pembangunan yang merupakan visi-misi presiden pada RPJMN 2010-2014, program KB merupakan salah satu fokus bidang kesehatan dengan arah meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan KB yang berkualitas di 23.500 klinik KB swasta dan pemerintah.   (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita