Sabtu, 26 Mei 2012
Australia Luncurkan Media Online “Rumah Aman Gempa”
Rabu, 29 September 2010 02:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/9 (ANTARA) - Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Paul Robilliard meluncurkan "www.rumahamangempa.net" di Padang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), yakni sebuah versi online kampanye bagaimana membangun rumah aman gempa.

Paul Robilliard, ketika meluncurkan "www.rumahamangempa.net" di Taman Budaya Padang, Selasa (28/9) mengatakan, peluncuran media online ini menjadi satu kampanye baru itu akan menggunakan media sosial seperti fecebook, twitter dan you tube untuk menyebarkan berbagai informasi terkini.

Peluncuran "www.rumahamangempa.net" itu dilakukan bertepatan dengan peringatan setahun gempa Sumbar 30 September 2009, yang merupakan bagian dari kampanye rumah aman berkat iklan layanan masyarakat atas kerjasama Indonesia-Australia. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan seluruh masyarakat Sumbar bahwa membangun rumah yang lebih aman dapat menyelamatkan jiwa di saat gempa.

Dengan menyediakan materi-materi secara online itu, kata Paul, akan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia di daerah rawan gempa di Indonesia yang bisa mengakses informasi penting.

Kampanye Rumah aman gempa didanai Australia Indonesia Facility for disater Reduction (AIFDR). Fasilitas ini mencerminkan kemitraan kuat antara Australia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Paul menjelaskan, kebijakan tersebut mendukung tujuan Indonesia untuk memperkuat kapasitas lokal dan nasional dalam pengelolaan bencana dan mendukung kawasan yang lebih siap bencana.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengatakan, lebih dari 1.100 orang meninggal di Sumbar dominan akibat akibat ambruknya bangunan rumah.

"Rumah yang runtuh, sebagian besar diabaikannya unsur keamanan dan ketahanan bangunan pada saat mereancang. Karena itu untuk menekan dampak dan kerugiannya masyarakat Sumbar perlu memperhatikan pemilihan bahan, struktur bangunan dan tekhnis pengerjaan," katanya.

Menurutnya, tingkat kerusakan bangunan tergantung pada konstruksi bangunan tersebut, jarak bangunan dari pusat dan jalur gempa serta besarnya skala gempa.

Akan tetapi, katanya lagi, Sumbar perlu berusaha meningkatkan peluang menyelamatkan diri dengan membangun "rumah aman gempa" dengan biaya yang terjangkau, menggunakan bahan-bahan berkualitas dan struktur pengerjaan yang baik dan benar," katanya.

Karena itu untuk menggerakan masyarakat Sumbar ke depan dalam mencanangkan program kampanye pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat dengan tema rumah tahan gempa.

Seperti diinformasikan laman rumahamangempa.net, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Gempa bumi tidak bisa dicegah, tapi kita bisa mengurangi dampak dan kerugian yang diderita akibat gempa. Kebanyakan korban jiwa yang ditimbulkan bukan karena gempanya, tapi karena bangunan-bangunan buatan manusia yang ambruk saat gempa terjadi.

“Kebanyakan korban gempa bukan diakibatkan oleh gempa itu sendiri, melainkan oleh ambruknya bangunan. Gempa bumi tidak bisa dicegah, tapi kita bisa mengurangi dampak dan kerugiannya,” demikian diinformasikan laman ini.

Lebih lanjut diinformasikan, mudahnya bangunan roboh saat gempa terjadi, karena saat pembangunannya banyak sekali yang mengabaikan mutu bahan, struktur bangunan, dan teknik pengerjaan yang baik dan benar, sebagai faktor utama keamanan dan ketahanan suatu bangunan. (rusman/ant)

 

Arsip Berita