Sabtu, 26 Mei 2012
Banjir Luapan Sungai Citarum Kembali Landa Baleendah
Selasa, 11 Mei 2010 06:37
AddThis Social Bookmark Button

 

Bandung, 11/5 (ANTARA) - Meski hanya diguyur hujan setengah hari, kawasan Kampung Cieunteung Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Citarum, Selasa. 

"Genangan ba njir terjadi sejak Senin (10/5) malam, dan hingga saat ini belum surut," kata Abdurahman (40) salah seorang warga di Cieunteung Kelurahan Baleendah, Selasa. 

Selain menggenangi ratusan rumah penduduk, banjir luapan Sungai Citarum juga merendam Jalan Raya Cieunteung sepanjang satu kilometer. 

Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 50 centimeter hingga satu meter. Banjir juga mengancam sejumlah kampung di Cijagra Kecamatan Bojongsoang. 

Namun sebagian besar rumah di kawasan itu sebelumnya belum diisi warga yang masih memilih tinggal di lokasi pengungsian di beberapa gedung serba guna di Baleendah. 

Mereka sudah mengungsi lebih dari empat bulan, dan warga belum pulang ke rumah karena lantai tempat tinggal mereka terlapisi lumpur tebal mencapai semeter. Sebagian rumah penduduk juga rusak dan memerlukan rehabilitasi. 

Sedangkan anggaran rehabilitasi sendiri belum diterima oleh warga yang selama ini menjadi korban banjir di kawasan itu. 

"Luapan Citarum masuk lewat saluran air. Air dari pemukiman warga tidak bisa masuk ke Sungai Citarum yang permukaanya lebih tinggi dari ketinggian selokan di sini," kata Abdurrahman. 

Warga di Baleendah saat ini was-was dan kuatir banjir akan kembali meluas di kawasan itu. Padahal sebelumnya warga di sana mengaku lega karena Sungai Citarum sudah surut dan sudah memasuki musim kemarau. 

"Eh... kemarin hujan lagi, baru sehari hujan sudah banjir. Luapan sungai tak bisa dibendung tanggul karena masuk lewat saluran air yang permukaanya lebih rendah dari muka air Citarum," kata Dedi, warga Cieunteung lainnya. 

Akibatnya, warga dan pekerja pabrik di sana terpaksa menyimpan kendaraan seperti sepeda motor dan mobil milik mereka di jalan yang tidak terkena banjir. 

"Kalau Cieunteung banjir, tandanya banyak motor parkir di jalan bantaran Sungai Citarum ini. Mudah-mudahan saja banjir kali ini cepat surut," kata Dedi. 

Sementara itu, musim banjir disertai dan pengungsi warga Cieunteung pada tahun 2010 lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Warga Cieunteung di pengungsian mengakui hampir lima bulan berjalan ini ia tidak pernah merasakan enaknya tidur di kasur. 

"Selama lima bulan ini jarang saya tidur di kasur, sesekali di pengungsian dan pada kesempatan lain di mesjid," kata Rachmat Ketua RW09 Kampung Cieunteung Kelurahan Baleendah. 

Sementara itu, dampak hujan yang turun sepanjang Senin hingga hari, sejumlah anak sungai Citarum yakni Cirasea, Cikapundung, Citepus, Citarik dan Cinambo juga mengalami peningkatan debit air yang signifikan. 

Penangangan korban banjir Baleendah dilakukan dengan menempatkan Posko pengungsi dan dapur umum di Kecamatan Baleendah. Sementara itu DPRD Kabupaten Bandung membentuk Panitia Khusus (Pansus) banjir. 

Sedangkan Pemprov Jawa Barat sendiri telah mengajukan proposal penanganan Sungai Citarum, termasuk penanganan banjir Baleendah kepada pemerintah pusat dengan ajuan dana mencapai Rp3,5 triliun. 

Selain untuk menggulirkan proyek normalisasi Sungai Citarum dan anak sungainya, proyek itu juga untuk memperbaiki vegetasi hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, pembangunan situ-situ atau area tangkapan air serta untuk program relokasi warga di lokasi banjir. 

Sedangkan Kementrian Perhubungan, melakukan pendataan lahan kritis dan lahan terlantar di DAS Citarum yang selanjutkan akan dikelola oleh pemerintah dalam program penghijauan. 

(U.S033/B/A035/C/A035) 11-05-2010 13:19:51 NNNN


 

Arsip Berita