Sabtu, 26 Mei 2012
Sulbar: Fenomena La Nina Ganggu Produksi Pertanian
Selasa, 28 September 2010 05:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/9 (SIGAP) - Fenomena La Nina disertai hujan yang terus menerus di Sulawesi Barat diperkirakan akan mengganggu produksi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Ir Muhammad Abduh, di Mamuju, Senin (27/8) mengatakan, fenomena La Nina yang terus terjadi di daerah ini disertai hujan deras menjadi ancaman serius terhadap 67.000 hektare lahan pertanian didaerah tersebut.

Muhammad Abduh mengatakan, La Nina menjadi ancaman serius bagi lahan pertanian petani Sulbar karena hujan yang terus terjadi dapat mengakibatkan banjir yang akan merendam dan menggenangi lahan pertanian.

"Kalau fenomena La Nina masih terjadi, dan hujan merendam lahan pertanian, maka tidak akan ada antisipasi, baik pemerintah di tingkat pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten," katanya.

Menurutnya, kalau bencana alam seperti itu terjadi dan ketika sawah petani terendam banjir maka tidak akan dapat ditolak serta tidak ada solusinya lagi dan sawah petani akan terancam gagal panen.

"Kalau bencana alam siapa pun tidak akan ada yang mampu mengatasinya, paling tidak yang bisa dilakukan hanyalah mensiasati masa tanam padi petani untuk menghindari musim hujan yang lebih lebat, agar sawah tidak terendam banjir disaat umur tanaman padi masih muda," katanya.

Oleh karena itu dirinya memprediksikan, produksi panen padi terakhir petani pada tahun ini, akan mengalami penurunan dari sebelumnya.

"Meskipun penurunan produksi padi belum bisa diperkirakan, namun produksi padi Sulbar tahun 2010 sekitar 375000 ton diyakini akan mengalami penurunan akibat gangguan badai lanina ini," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan La Nina yang melanda Sulbar akan berlangsung hingga Januari 2011.

Berdasarkan pantaun SIGAP, Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Majene, Edy Sofyan di Mamuju, Minggu (26/9) mengatakan, badai lanina masih tetap berlangsung di Sulbar hingga bulan Januari 2011, sehingga mengakibatkan hujan masih terjadi di wilayah itu.

Edy mengatakan, curah hujan di Sulbar, masih berlangsung dalam intentitas ringan, sedang dan lebat dengan curah hujan sekitar 100 milliliter perhari dengan kecepatan angin sekitar 30 kilometer perjam, sementara suhu cuaca dipermukaan laut sekitar 30 derajat celcius.

Sehingga musim kemarau di Sulbar diperkirakan akan mundur hingga bulan Februari 2011, karena fenomena badai Lanina yang disertai hujan masih melanda daerah tersebut. (rusman/ant)

 

Arsip Berita