Sabtu, 26 Mei 2012
Kulon Progo: Petani Oktober Mulai Tanam Padi
Senin, 27 September 2010 15:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/9 (SIGAP) - Petani Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada awal Oktober 2010 mulai tanam padi, atau maju satu bulan dari rencana semula terutama di 3 kecamatan yaitu Kalibawang, Sentolo, dan Girimulyo.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono, di Wates, Minggu (26/9) mengatakan, curah hujan yang tinggi menyebabkan sawah sudah digenangi air sehingga petani dapat segera menyemai bibit.

"Bahkan di daerah irigasi Sapon, musim tanam padi sudah dimulai sejak awal September 2010, sedangkan empat wilayah irigasi lainnya yakni Kalibawang, Panjatan, Pengasih, dan Pekik Jamal, tanam pertama serentak dimulai pada awal Oktober 2010," katanya.

Dirnya mengatakan meski saluran irigasi Kalibawang masih dalam tahap perbaikan, dan ditargetkan selesai pada 1 November 2010, tetapi sekarang sudah dapat dioperasikan, meski tidak optimal.

"Saluran irigrasi Kalibawang memang masih dalam tahap perbaikan, tetapi karena curah hujan saat ini tinggi, maka pengerjaannya dioptimalkan, dan sekarang sudah dapat difungsikan. Sedangkan empat saluran irigrasi lainnya tidak ada masalah," katanya.

Bambang Tri Budi Harsono mengimbau kepada seluruh petani di Kabupaten Kulon Progo untuk mulai mengolah tanahnya, sehingga pada awal Oktober 2010 bisa langsung menanam bibit padi. "Kami mengimbau petani agar mulai sekarang mengolah sawahnya, dan menyiapkan bibit padi," katanya.

Sementara itu, terkait dengan terendamnya tanaman padi berumur 15 hari di Kecamatan Galur dan Panjatan akibat hujan dengan curah tinggi terus-menerus terjadi belakangan ini, pihaknya menyatakan ikut prihatin.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para petani agar bergotong-royong membersihkan sampah yang ada di saluran air, sehingga saat hujan deras air dapat mengalir dengan lancar.

Sebelumnya, kepada VHRmedia, berkaitan dengan perubahan cuaca ekstrim yang menyebabkan  gagal panen yang mengancam ketahanan pangan nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta petani mengubah jadwal tanam.

Gubernur Bibit Waluyo meminta  petani di daerahnya mulai menanam padi pada Oktober agar  bisa dipanen pada Februari tahun depan.

”Upaya lainnya adalah dengan menanam padi dan jagung untuk lahan kering. Termasuk 5 ribu hektare lahan kering di Kabupaten Blora yang siap ditanami padi gogo,” kata Bibit Waluyo,  Jumat (24/9) (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita