Sabtu, 26 Mei 2012
Perhatian Pemerintah Terhadap Petani Lebak Cukup Besar
Senin, 27 September 2010 15:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,  27/9 (SIGAP) - Perhatian pemerintah terhadap petani di Kabupaten Lebak cukup besar, yang dituangkan melalui berbagai bantuan baik dalam bentuk permodalan maupun bantuan sarana dan prasarana, demikian kata pemerhati pertanian Aep Suhendri.

Selama 4 tahun terakhir pemerintah cukup besar mengalokasikan bantuan kepada petani Kabupaten Lebak guna menyukseskan program ketahanan pangan secara nasional, kata Suhendri di Lebak, Minggu (26/9).

Bantuan tersebut selain sarana dan prasarana pertanian serta permodalan, juga perbaikan saluran irigasi, pemberian pupuk, peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani, mutu benih, dan lainnya.

Dengan bantuan tersebut, kata Aep, selama ini produksi beras di Kabupaten Lebak surplus karena adanya bantuan tersebut.

Bahkan, produksi pangan di Kabupaten Lebak melebihi target nasional sekitar 5%.

Saat ini, produksi gabah di Kabupaten Lebak dari 5,6 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare naik menjadi 7,5 ton GKP per hektare.

"Saya kira kenaikan ini tentu di atas lima persen dan melebihi target nasional," ujarnya.

Menurut Aep, meningkatnya produksi ketahanan pangan tersebut setelah adanya bantuan-bantuan dari pemerintah untuk mencapai target 2 juta ton beras.

Dengan meningkatnya produksi pangan itu, lanjutnya, dipastikan kesejahteraan petani cukup baik dan mampu membiayai anaknya hingga perguruan tinggi.

Dirinya menyebutkan, selama ini Indonesia sudah 4 tahun terakhir tidak mendatangkan beras impor dari Fhilipina atau Vietnam karena produksi pangan surplus.

Pemerintah kedepan terus akan meningkatkan produksi pangan sehingga diharapkan Indonesia menjadi negara swasembada beras dan bisa mengekspor ke luar negeri.

"Saya yakin saat ini perhatian pemerintah di bidang pertanian cukup besar," ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengaku tahun ke tahun produksi pangan di Lebak surplus.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan penghargaan kepada Bupati Lebak karena dinilai berhasil meningkatkan produksi pangan diatas 5%.

Selain itu juga pemerintah daerah cukup besar mengalokasikan untuk pertanian dalam upaya mendorong peningkatan ketahanan pangan secara nasional.

Hal tersebut dibuktikan adanya perhatian khusus kepada petani melalui program bantuan alat-alat pertanian, peningkatan SDM petani, pola tanam legowo, penggunaan pupuk organik, pengembangn modal, dan lainnya.

"Kita harapkan kedepan pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk pertanian," ujarnya.

Dalam catatan SIGAP, pada tahun 2008 jumlah produksi padi di Kabupaten Lebak sebesar 428.524 ton yang terbagi atas padi sawah sebanyak 401.246 ton dan padi gogo sebanyak 27.278 ton.

Total produksi padi sebanyak 428.524 ton tersebut atau setara dengan beras sebanyak  231.402,96 ton cukup memenuhi kebutuhan pangan untuk 1.233.905 jiwa penduduk selama  20 bulan, dengan asumsi produksi beras tidak dijual keluar daerah (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita