Sabtu, 26 Mei 2012
Kutim: Warga Pedalaman Ddapat Pembinaan Wirausaha
Senin, 27 September 2010 14:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/9 (SIGAP) - Pihak Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar program pembinaan wirausaha bagi warga di pedalaman Kalimantan Timur itu, khususnya untuk mengolah ikan salai berkualitas.

"Program ini kita gelar karena wilayah ini memiliki potensi untuk pengembangan ikan salai atau ikan yang dikeringkan dengan cara diasap, apalagi makanan ini cukup dimintai dan laku di pasaran," kata Camat Muara Ancalong, HM. Syafranuddin di Sangata, Minggu (26/9).

Puluhan Warga pedalaman yang bermukim di Kecamatan Muara Ancalong yang kini Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengikuti pembinaan membuat ikan salai atau sering disebut dengan "ikan bandeng asap".

"Pembinaan yang diberikan juga meliputi permodalan dan pemasaran kualitas sehingga pada gilirannya ketrampilan ini sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga kami," papar Syafruddin.

Syafranuddin menuturkan bahwa pembinaan kepada warganya pembuat salai karena melihat tidak berkembangnya usaha masyarakat di daerahnya.

"Sebagian warga sudah mampu memproduksi ikan salai berkualitas namun menghadapi masalah lain, yakni terkait pemasaran. Padahal, ikan salai ini sangat dimintai oleh warga Samarinda dan beberapa daerah di Kaltim sehingga memiliki prosfek cerah untuk pengembangannya," tutur Syafruddin.

Mantan Kabag Humas Pemkab Kutai Timur itu mengungkapkan masyarakat yang membuat ikan salai di Muara Ancalong kini hanya ada di Desa Senyiur, Kelinjaua Ulu dan Kelinjau Ilir.

"Jumlahnya terbatas, mereka rata-rata belum mengolah ikan salai sederhana dan tidak berorientasi untuk dikembangkan serius sehingga menjadi sumber pendapatan," tambah Ifan sapaan Syafranuddin didampingi Kepala Seksi (Kasi) PMD Muara Ancalong, Humaidi.

"Obsesi saya selaku camat agar ke depan pengembangan ikan salai berjalan baik sehingga bukan tidak mungkin suatu saat Muara Ancalong menjadi produsen ikan salai utama di Kaltim sehingga ingat ikan salai, ingat Muara Ancalong," tuturnya.

Pihaknya dalam upaya mewujudkan hal itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Badan Pemberdayaan Perempuan.

"Kami optimistis usaha ekonomi rakyat ini akan berkembang jika mendapat dukungan semua pihak," katanya.

Menurut Johnson Maruba, Asisten Staf Khusus presiden Bidang Bencana Dan Bantuan Sosial, ada tiga hal yang harus dilakukan sebagai solusi pemberdayaan masyarakat pedalaman.

Pertama, mengubah pola pikir masyarakat tentang kesahatan, dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga tingkat pendidikan yang baik akan berkorelasi dengan tingkat kesadaran hidup yang sehat yang lebih baik pula.

Kedua, meningkatkan sarana-prasarana kesehatan masyarakat dan menempatkan tenaga medis dengan kualitas pengabdian yang baik, bukan komersial.

Ketiga, peningkatan kualitas ekonomi dengan pembuatan program ekonomi yang berkelanjutan, misal pembinaan kelompok masyarakat di bidang pertanian, perikanan, kerajinan, yang sesuai dengan potensi lokal dan serapan pasar. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita