Sabtu, 26 Mei 2012
Ili Jadi Andalan Cegah Flu burung Di Malang
Selasa, 11 Mei 2010 04:22
AddThis Social Bookmark Button

 

Malang, 11/5 (ANTARA) - Program "Surveilance Sentinel Influenza Like Ilness (ILI) yang tersebar di beberapa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi andalan daerah itu dalam mencegah penyakit flu burung (A H5N1).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati, Selasa, mengakui, jumlah puskesmas yang melayani program ILI memang tidak banyak, namun merata di setiap kecamatan pasti ada. 

"Ada kasus flu burung atau tidak, kami tetap `menghidupkan` program ILI ini di beberapa titik puskesmas dan merata di setiap kecamatan," tegas Enny. 

Hanya saja, lanjutnya, masyarakat tahunya kalau ada kasus Dinkes baru bergerak, padahal Dinkes selalu bekerja dan memiliki program ILI yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, karena beberapa puskesmas di setiap kecamatan pasti dilengkapi dengan ILI. 

Menurut dia, laporan terkait program ILI sebagai upaya pencegahan menyebarnya flu burung itu ada dua jenis, yakni jenis W1 yang laporannya dilakukan 24 jam dan jenis W2 untuk laporan mingguan. 

Ia mengakui, dari laporan tersebut pihaknya bisa mengetahui dengan cepat setiap perkembangan pasien di puskesmas terutama yang dilengkapi dengan program ILI. 

Namun demikian, lanjut Enny, pihak puskesmas tidak bisa mengetahui secara langsung pasien yang diambil sampel lendirnya melalui hidung dan tenggorokan ("swab"), karena sampel tersebut langsung dikirim ke laboratorium di Surabaya. 

"Kalau hasil tes laboratoriumnya dinyatakan negatif, maka pasien tersebut bisa dilepas tanpa pengawasan. Tapi, jika hasilnya positif, pasien bersangkutan harus menjalani perawatan lanjutan secara intensif," tegas Enny. 

Sebelumnya Departemen Kesehatan (Depkes) mengeluarkan release yang menyebutkan salah seorang warga Kota Malang, HP (45) dinyatakan positif terkena virus A H5N1 setelah "diswab" pada tanggal 23 Februari 2010 di salah satu puskesmas kota itu. 

Namun, hasil "swab" kedua termasuk tiga orang keluarganya dinyatakan negatif, sehingga kondisi HP dan keluarganya dinyatakan sehat, bahkan lingkungan sekitarnya yang telah diperiksa juga tidak menunjukkan adanya gejala yang sama dengan HP. 

"Alhamdulillan kondisi HP dan keluarganya sehat-sehat saja. Namun, yang membuat kita sulit memantau perkembangan kesehatannya, tempat tinggal HP berpindah-pindah karena kontrak," kata Enny.(E009) 

(T.E009/B/I006/I006) 11-05-2010 09:29:52 NNNN


 

Arsip Berita