Sabtu, 26 Mei 2012
Pemkot Palembang Programkan Gerakan Serentak Tanam Trembesi
Senin, 27 September 2010 06:34
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/9 (SIGAP) - Pemerintah Kota Palembang membuat program gerakan serentak menanam pohon tembesi pada 16 kecamatan di daerah tersebut. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan kota setempat Sudirman Tegoeh, di Palembang, mengatakan program menanam 300 ribu pohon tembesi akan berlangsung pada November nanti. “Pohon tembesi tersebut akan ditanam pada setiap kecamatan di kota tersebut,” katanya.

Menurutnya, penanaman pohon tembesi tersebut merupakan salah satu program pemerintah kota setempat untuk memperluas kawasan hijau yang melibatkan seluruh masyarakat di daerah itu.

Sudirman Tegoeh mengatakan, tahap awal Oktober nanti bertepatan dengan HUT TNI bibit pohon tembesi akan ditanam di Kelurahan Talangjambe, Kecamatan Sukarami.

Selanjutnya penanaman pohon penghijauan itu ditargetkan dilaksanakan secara menyeluruh di Kota Palembang. Sudirman Tegoeh menjelaskan, saat ini pegawai kecamatan dan kelurahan di daerah tersebut sedang menyemaikan biji tembesi.

”Sebanyak 500 ribu biji tembesi itu berasal dari sumbangan salah satu perusahaan swasta yang beroperasi di Kota Palembang, “ ujarnya.

Sebelumnya Asisten Pembangunan dan Perekonomian Palembang, Apriadi S Busri mengatakan, program penanaman 300 ribu bibit tembesi tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot setempat terhadap perluasan kawasan hijau.

Maul Maulana Afrildi, warga Palembang, menyambut baik pogram penanaman trembesi tersebut. “Saya kira program penanaman pohon trembesi  sangat baik dan selayaknya didukung oleh masyarakat. Pohon trembesi adalah salah satu pohon yang dinilai paling baik untuk mengantisipasi pencemaran udara, karena mampu menyerap polusi lebih banyak sehingga cocok untuk ditanam,” katanya kepada SIGAP, Senin (27/9).

Kendati demikian, menurut pria kelahiran 27 April 1972 di Palembang ini berharap program yang dilakukan tidak hanya berhenti sampai penanaman pohon saja. “Akan lebih sempurna bila program tersebut diikuti dengan  program pemeliharaan dan perawatan pohon trembesi,” ungkapnya. Sebab selama ini, kata alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura, Jawa Timur ini, program penanaman, umumnya, tidak disertai dengan perawatan maupun pemeliharaan.

“Sekadar seremonial belaka. Setelah pohon ditanam, ya dibiarkan saja tumbuh sendiri,” kata Maul. Selain itu, Maul berharap, agar program pendidikan  lingkungan hidup juga dapat dimasukkan menjadi program unggulan Pemkot. “Melalui pendidikan lingkungan hidup diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat terhadap lingkungan hidup sekitarnya,” katanya. (sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita