Sabtu, 26 Mei 2012
PNPM Mandiri Kikis Rentenir Di Pulau Poteran
Senin, 27 September 2010 05:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/9 (SIGAP) - Praktik rentenir di Kecamatan Talango, Pulau Poteran, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terkikis melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan program sosial lainnya, seperti Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin).

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Sumenep Syafi`i Untung, di Pulau Poteran, Minggu (26/9). Menurutnya, praktik rentenir yang sudah membumi di Kecamatan Talango selama bertahun-tahun terkikis habis, setelah masyarakat banyak mengikuti PNPM Mandiri dan Gerdu Taskin.

Seperti diketahui, Kecamatan Talango yang berada di Pulau Poteran terdiri atas 8 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 40.542 jiwa atau setara dengan 13.642 kepala keluarga (KK). Sebanyak 8.457 KK atau sekitar 62% di pulau itu tergolong miskin.

Sejak 2001, Kecamatan Talango berpartisipasi dalam PNPM Mandiri dengan dana bantuan pemerintah senilai Rp750 juta.

Dalam kurun waktu 9  tahun, dana tersebut digulirkan untuk membantu permodalan masyarakat hingga pada 2010 dana tersebut berkembang menjadi Rp2 miliar.

Dana yang dikelola secara mandiri tersebut, dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di bidang kapasitas pembangunan dan rehabilitasi sarana serta prasarana perdesaan.

"Dana tersebut digulirkan melalui skema usaha ekonomi produktif dan simpan pinjam khusus perempuan. Sekarang sekitar 77 persen dana itu dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan di bidang sarana dan prasarana, sedangkan 18 persen untuk simpan pinjam khusus perempuan dan lima persen untuk kegiatan ekonomi produktif," paparnya.

Beberapa bidang usaha yang dikembangkan masyarakat Kecamatan Talango dengan menggunakan dana PNPM Mandiri itu, di antaranya untuk budidaya rumput laut di Desa Palasa.

"Selain di kirimkan ke pabrik sebagai bahan dasar agar-agar, rumput laut asal Desa Palasa juga banyak diminati oleh pedagang es campur di sejumlah daerah," ujarnya.

Usaha lain yang dikembangkan melalui program itu adalah gula siwalan di Desa Poteran. "Industri gula siwalan cukup potensial, apalagi sangat ampuh untuk dikonsumsi penderita diabetes," kata Subiyanto selaku fasilitator PNPM Mandiri Kecamatan Talango.

Yang tak kalah pentingnya lagi, adalah usaha konveksi yang dikembangkan Kelompok Karya Wanita di Desa Gapurana. Saat ini kelompok masyarakat tersebut telah mampu menghasilkan 10 potong baju pengantin per hari.

"Kebetulan sekarang sedang musim pengantin, sehingga permintaan baju pengantin semakin meningkat," tutur Halimatus Sakdiyah selaku Ketua Kelompok Karya Wanita yang memiliki 100 anggota dengan bidang usaha inti produksi baju pengantin itu.

Para wanita di Desa Gapurana itu mengembangkan usaha tersebut sejak 2008 melalui dana PNPM Mandiri yang awalnya hanya sebesar Rp6,3 juta, dan kemudian berkembang karena perguliran menjadi Rp10 juta.

Ketua Kelompok Masyarakat Almukmin, Harni, menjadikan dana PNPM untuk mengembangkan usaha kreatifnya membuat kerupuk ikan di Desa Poteran.

Berdasarkan catatan SIGAP, PNPM Mandiri merupakan program nasional penanggulangan kemiskinan, terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.

Secara umum tujuan PNPM mandiri adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. (rusman/ant)


 

Arsip Berita