Sabtu, 26 Mei 2012
Papua: Kopi Arabika Diminati Masyarakat Mancanegara
Minggu, 26 September 2010 13:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/9 (SIGAP) - Kopi jenis Arabika asal Wamena, Papua yang memiliki cita rasa dan aroma khas ternyata sangat diminati oleh masyarakat mancanegara, di antaranya Amerika Serikat dan Swiss.

Hal tersebut disampaikan Ketua Koperasi Baliem Arabika Selion Karoba kepada ANTARA pada saat pameran usaha kecil menengah (UKM) di Gedung Olah Raga Cenderawasih Jayapura, Sabtu (25/9).

Menurutnya, komoditas kopi merupakan salah satu unggulan di AS dan Swiss. Hal ini mengisyaratkan kopi Arabika Papua diminati banyak masyarakat di negara itu.

"Masyarakat Amerika mengakui kopi Arabika dari Papua berkualitas dan tak terkalahkan oleh produk kopi dari daerah lain di Indonesia maupun negara lain serta memiliki aroma khas sehingga bernilai ekonomi tinggi," tambahnya.

Hal yang sama juga pernah dilontarkan pihak Starbucks di Swiss, yang menyampaikan bahwa cita rasa kopi Arabika tidak diragukan lagi, katanya.

Dirinya menjelaskan, dalam satu tahun petani kopi di daerah Wamena bisa memanen kopi sebanyak dua kali, dan dari hasil itu pihaknya bisa mengekspor kopi ke AS sebanyak 12 ton. Selain itu, juga bisa mengirim satu ton ke Timika.

"Pada saat panen berlangsung, kami langsung membeli dari petani kopi dengan harga per liternya Rp5.000 hingga Rp7.000," katanya.

Ketika disinggung mengenai sentra produksi kopi, ujar Selion, di Wamena ada sejumlah kabupaten penghasil kopi Arabika yakni, Kabupaten Lani Jaya, Jayawijaya, Yahukimo, Mamberamo Tengah, dan Tolikara.

"Untuk Kabupaten Yahukimo kami masih melakukan pendekatan dengan para petani, tapi dalam waktu dekat kami sudah bisa membeli dari masyarakat di sana," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, kopi Arabika asal Wamena mulai di ekspor ke AS sejak Agustus 2008.

Keberhasilan ekspor kopi Arabika asal Wamena ke AS ini diakui oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.

Kegiatan ekspor kopi Arabika dari Wamena ke AS ini diharapkan dapat menambah devisa negara.

Di samping itu juga menggerakkan perekonomian penduduk setempat yang giat melakukan penanaman komoditas kopi sejak beberapa tahun silam.

Pameran yang diikuti puluhan UKM yang berada di Papua, mendapat perhatian dan sambutan positif dari masyarakat yang datang ke kegiatan itu.

Seperti diketahui, Kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, suhu 16-20 ° C, beriklim kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit HV, terutama bila ditanam di daerah kurang dari 500 dpl.

Kopi dari spesies Coffea arabica memiliki rasa yang kaya daripada Coffea robusta. C. arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri yang unik.

Beberapa varietas yang terkenal meliputi, Kopi Kolombia (Colombian coffee) yang pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800.

Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita