Sabtu, 26 Mei 2012
Mataram: Warga Bersihkan Puing Rumah Yang Hancur
Minggu, 26 September 2010 05:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/9 (SIGAP) - Sedikitnya 400 Kepala Keluarga masyarakat Dasan Kolo Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat bergotong-royong membersihkan puing-puing rumah yang hancur akibat dilanda angin puting beliung, Sabtu Petang (25/9).

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, H Makmun di Mataram, Minggu (26/9) mengatakan, angin puting beliung menghancurkan sekitar 50 rumah penduduk dan diperkirakan sekitar 500 jiwa kehilangan tempat berteduh.

Diinformasikan, warga yang kehilangan tempat berteduh kini ditampung di rumah-rumah keluarga dan ada pula yang diungsikan ke tenda darurat, sementara untuk kebutuhan konsumsi dilakukan melalui dapur umum.

Walaupun sudah ada dapur umum namun banyak juga warga yang meminta bantuan sembako dan dimasak sendiri bersama keluarganya.

"Bantuan yang telah disalurkan kepada korban antara lain berupa beras, mi instan, sarden dan air mineral. Bantuan bagi korban bencana alam angin puting beliung terus mengalir diantaranya dari masyarakat Tionghoa," katanya.

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh telah meninjau lokasi musibah dan meminta lurah setempat untuk mendata kembali jumlah korban, akibat angin puting beliung tersebut.

Dirinya mengatakan, angin puting beliung yang tiba-tiba datang menghantam puluhan rumah itu, membuat warga sekitar panik dan ketakutan, sehingga warga berhamburan keluar rumah.

"Akibatnya, sebagian warga mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa. Para korban luka-luka sudah langsung mendapatkan pengobatan di tempat masing-masing," katanya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG) Selaparang telah memberikan imbauan agar masyarakat diminta waspada mengantisipasi perubahan cuaca yang tidak menentu. Menurut Kepala Sksi Observasi dan Informasi Oktaviana Indriana kepada wartawan, Rabu (22/9) mengatakan, dalam sepekan terakhir NTB terutama di Kota Matara masih terus diguyur hujan.

Menurutnya musim hujan semestinya terjadi dua bulan terakhir. Namun curah hujan yang ada pada waktu tersebut sangat minim, sehingga puncak musim hujan terjadi dalam beberapa hari. (rusman/ant)

 

Arsip Berita