Sabtu, 26 Mei 2012
Sleman: Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Minggu, 26 September 2010 02:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/9 (SIGAP) - Memasuki perubahan musim masyarakat Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena daerah ini merupakan kawasan yang rawan bencana alam, baik itu angin kencang maupun tanah longsor.

Demikian disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo, Minggu (26/9). Dirinya mengingatkan, perubahan musim yang tidak menentu saat ini ternyata banyak menimbulkan korban, baik korban benda maupun jiwa dan itu mestinya menjadi kewaspadaan bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Sri Purnomo menambahkan, untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi masyarakat diharapkan selalu waspada, terutama bila terjadi hujan yang terus-menerus apalagi di daerah perbukitan seperti yang terjadi di Prambanan beberapa waktu lalu.

"Selain itu juga ancaman angin kencang dan puting beliung, seperti yang menimpa sejumlah wilayah di Sleman, Sabtu (25/9) kemarin yang mengakibatkan satu orang meninggal dan beberapa warga mengalami luka," katanya.

Dirinya mengatakan, diharapkan pula masyarakat saling gotong royong untuk memperbaiki rumah/tempat ibadah yang rusak.

"Tingkatkan juga gotong-royong dalam memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat bencana tersebut dan saling membantu untuk meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah," katanya.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Nglengkong Sambirejo Prambanan pada Kamis (23/9) malam mengakibatkan satu rumah rusak berat, satu rusak ringan dan belasan rusak ringan serta menghanyutkan dua ekor sapi dan satu ekor kambing.

Rumah yang hancur tanpa bekas milik Darmo Pawiro karena rumah dan isinya hancur terbawa air yang diperkirakan menderita kerugian sekitar Rp30 juta rupiah, dan rumah yang rusak sedang milik Asmo Kariyo.

Sedangkan bencana angin kencang yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman terjadi pada Sabtu (25/9) sore yang mengakibatkan satu pengendara motor tewas akibat tertimpa pohon tumbang di daerah Kronggahan, Kecamatan Mlati dan dua orang mengalami luka di Kecamatan Pakem.

Selain itu masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya yang memiliki jarak dalam radius tujuh kilometer karena peningkatan status gunung ini dari aktif normal menjadi waspada.

Seperti yang di beritakan SIGAP sebelumnya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (25/9) siang dilanda angin kencang yang mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan satu orang tewas serta beberapa warga mengalami luka.

Angin kencang tersebut menerjang hampir seluruh wilayah Kabupaten Sleman dengan kondisi terparah di Kecamatan Mlati, Kalasan, Pakem, Prambanan, Gamping, Cangkringan, Seyegan dan Godean.

Angin kencang yang terjadi cukup lama sekitar 25 menit membuat beberapa panik. Beberapa warga sepanjang jalan Adisutjpto, Yogyakarta, justru banyak yang lari ke halaman rumah karena panik. (rusman/ant)

 

Arsip Berita