Sabtu, 26 Mei 2012
Kapuas: Kadin Harus Fokus Bina UKM
Minggu, 26 September 2010 02:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/9 (SIGAP) - Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah harus fokus untuk membina usaha kecil dan menengah, kata Iber H Nahason.

"Jangan sampai Kadin Kabupaten Kapuas sebagai organisasi yang hanya untuk mencari proyek pemerintah saja," kata Pengusaha dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Kapuas itu di Kuala Kapuas, Sabtu (25/9).

Menurutnya, organisasi ini harus fokus dalam meningkatkan produktivitas pengusaha kecil yang bergerak dibidang perdagangan dan industri di daerah itu.

Karena selama ini sejumlah usaha industri setempat belum tersentuh oleh pembinaan yang dilakukan oleh Kadin, khususnya dalam promosi, sehingga geliatnya masih stagnan.

Sehingga keberadaan Kadin yang selama ini mati suri, bisa memperjuangkan dan mengusahakan keberlangsungan pengusaha industri rotan, kayu serta lainnya ditempat itu yang diharapkan dapat mengangkat pendapatan asli daerah.

Kadin Kapuas, katanya, harus bisa melihat peluang usaha yang ada, melalui promosi ataupun menjalin kerja sama dengan pengusaha lainnya dari luar daerah untuk mengangkat pengusaha industri kecil ditempat itu.

"Bukan untuk mencari proyek pemerintah. Sekarang inikan imagenya hanya untuk mendapatkan dan mengerjakan proyek pemerintah saja," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas Agung Lintar Alfian melalu Kasi Pasar dan Distribusi Ferdinan Junarko mengatakan Kadin seharusnya berperan penting dalam upaya pembinaan pengusaha kecil didaerah itu seperti disejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kadin seharusnya jadi motor penggerak untuk membantu melakukan pengembangan dan peningkatan usaha kecil didaerah ini," katanya.

Sebagai organisasi independen Kadin menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, setidak mengetahui persis apa yang menjadi kebutuhan dan kendala yang diperlukan dan dihadapi pengusaha kecil.

"Disperindagkop personilnya terbatas sehingga secara detail untuk mengetahui secara detail kebutuhan industri kecil belum mampu semuanya menjangkau," katanya.

Dirinya mengatakan, Kadin diharapkan mampu merangkul industri ataupun perdagangan yang ada didaerah itu yang menjadi potensi untuk dikembangkan.

Karena, katanya, Kadin mempunyai jangkauan yang sangat luas yang disebabkan sebagai wadah para pengusaha untuk bertemu dibandingkan dengan Disperindagkop Kapuas.

Untuk saat ini belum ada gerakan dari Kadin untuk melakukan kerja sama dengan pihaknya dalam membina pengusaha kecil didaerah itu, sehingga Disperindagkop hanya membina yang ada saja, terangnya.

Sementara itu dalam perhelatan pemilihan KADIN nasional terpilih Suryo Bambang Sulisto sebagai Ketua Umum Kadin setelah mengalahkan Wishnu Wardhana.

Suryo berhasil meraih 89 suara sedangkan Wishnu hanya berhasil meraih 40 suara.

Kepada Vivanews, Suryo menjanjikan revitalisasi Kadin. Meurutnya, ada 5 pilar yang saling mendukung dalam program tersebut, masing-masing adalah kepemimpinan (leadership), perkuatan landasan hukum (legal base), revitalisasi anggota, pengembangan ekonomi daerah, dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Ide besarnya adalah meningkatkan peran Kadin sebagai pelopor dan penggerak ekonomi Indonesia bersama  akademisi, pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Pada gilirannya, dia berharap pasar ekspor Indonesia dapat bersaing di dunia internasional. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita