Sabtu, 26 Mei 2012
Lebak "Mantan" TKI Akan Dilatih Wirausaha
Minggu, 26 September 2010 02:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/9 (SIGAP) - "Mantan" Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lebak akan dilatih menjadi wirausaha, dan untuk mengetahui berapa jumlahnya dinas tenaga kerja, transmigrasi dan kesejahteraan sosial setempat akan mendata.

"Kami saat ini belum mengetahui jumlah pasti mantan TKI tersebut," kata Kepala Bidang Penempatan dan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial Lebak, Suprapto di Lebak, Sabtu (25/9).

Suprapto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan mantan TKI untuk menjadi seorang wirausaha dengan mendapatkan pelatihan ketrampilan.

Sebab pelatihan ini untuk memotivasi mereka menjadi seorang enterpreneur agar tidak kembali menjadi TKI di negara orang.

Namun, pihaknya menemui kendala karena tidak adanya data pasti mantan TKI tersebut. Selain itu juga belum ada kepengurusan tingkat kabupaten.

"Kami targetkan dalam waktu dekat ini mantan TKI sudah terdata yang pernah bekerja puluhan tahun di luar negeri," katanya.

Sebetulnya, kata dia, mantan TKI sudah memiliki keterampilan atau keahlian untuk mendorong membuka usaha secara mandiri.

Karena itu, mereka perlu diberikan semangat atau motivasi agar lebih percaya diri dalam membuka usaha yang pada akhirnya mampu berdikari.

Menurut dia, mantan TKI sudah diusulkan kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah agar dikeluarkan peraturan Gubernur Banten atau Pergub.

"Jika sudah dikeluarkan Pergub tentu TKI purna akan mendapatkan pembinaan pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan agar mereka hidup mandiri," katanya.

Dirinya juga mengatakan, selain diberikan pelatihan ketrampilan juga akan ditindaklanjuti untuk mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Penyaluran KUR akan kerja sama dengan perbankan milik pemerintah.

"Saya berharap pergub segera dikeluarkan untuk melakukan pembinaan manta TKI," jelasnya.

Sementara itu, Eti (30) Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Arab Saudi warga Mekarsari Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya sangat berharap adanya pelatihan ketrampilan juga permodalan usaha.

"Kami bingung saat ini karena tidak memiliki pekerjaan lagi setelah tidak menjadi TKI lagi," katanya.

Dalam catatan SIGAP, hampir 6 ribu TKI asal Lebak bekerja diluar negeri dengan pengiriman uang tenaga kerja Indonesia (TKI)  diperkirakan mencapai Rp3 miliar melalui rakening bank pemerintah maupun kantor pos. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita