Sabtu, 26 Mei 2012
Sumut: Berbagai Lomba Pesta Buku 2010
Sabtu, 25 September 2010 15:58
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/9 (SIGAP) - Berbagai lomba turut memeriahkan Pesta Buku Sumatera Utara yang berlangsung 24 hingga 28 September 2010, dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara.

Penanggung jawab Pesta Buku 2010, Elly Suhaeriyah di Medan, Sabtu (25/9) mengatakan, kegiatan yang diperlombakan yakni, lomba mewarnai tingkat TK, lomba bercerita SD, lomba pidato Bahasa Inggris SMP dan lomba pidato Bahasa Inggris SMA.

Selain itu juga digelar lomba pemustaka, lomba fashion show casual anak dan remaja, serta lomba menulis artikel di surat kabar.

"Masyarakat Sumut dapat ikut serta dalam setiap perlombaan yang digelar, termasuk penyandang tuna netra yang bisa mengikuti lomba membaca huruf braile," katanya.

Elly menjelaskan, jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti perlombaan mencapai lebih dari 570 orang.

Peserta terdiri atas lomba mewarnai 250 orang, lomba bercerita 65 orang, lomba pidato Bahasa Indonesia 70 orang, lomba pidato Bahasa Inggris 75 orang dan lomba pemustaka 10 orang.

Menurutnya, antusias masyarakat Sumut berkunjung ke Pesta Buku cukup tinggi, dengan ramainya anjungan di bazar buku murah yang dipamerkan.

"Kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buku dan gemar membaca juga bisa berkembang," ujar Elly yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Layanan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Baperasda.

Lia, seorang pengunjung, mengakui cukup antusias menyambut kegiatan tersebut karena bisa melihat berbagai macam perlombaan yang digelar serta bisa berbelanja buku murah.

"Perlombaan yang digelar sangat bermanfaat bagi pelajar Kota Medan yang mengikutinya, selain itu saya bisa mendapatkan buku yang saya inginkan dengan harga terjangkau," ujarnya.

Menurut Asisten Staf Khusus Menpora, Farhan Effendi, kegiatan tersebut mampu memberi suri tauladan bagi keberlangsungan  peserta didik, sekolah dan keluarga. Kesadaran orang tua dan pendidikan umum sekolah bergatung pada bagaimana mengenalkan tradisi baca sejak usia dini, kata Farhan. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita