Sabtu, 26 Mei 2012
Palu: Teluk Palu Hasilkan Empat Juta Metrik Endapan
Jumat, 24 September 2010 08:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/9 (SIGAP) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah memperkirakan Teluk Palu menghasilkan empat juta meter kubik endapan setiap tahunnya, yang kalau dibiarkan mengakibatkan pendangkalan.

"Kalau dibiarkan Teluk Palu akan mengalami pendangkalan dan mengancam ekosistem di dalamnya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo di Palu, Kamis (23/9).

Dirinya mengatakan, sumber endapan itu sebagian besar berasal dari Sungai Palu, sisanya berupa sampah atau kotoran organik lainnya.

"Endapan dari Sungai Palu berupa pasir dan tanah yang hanyut akibat sering terjadinya banjir," kata Hasanuddin.

Untuk mengurangi sedimentasi di Teluk Palu, lanjutnya, pemerintah akan melakukan penataan hutan di bagian hulu Sungai Palu.

Selain itu juga akan disempurnakan daerah aliran sungai dengan membangun kantong-kantong penangkap air.

"Penataan wilayah pesisir pantai juga harus dilakukan supaya terlihat rapi untuk aktivitas masyarakat," kata Hasanuddin.

Sebelumnya, pengamat Geofisika Universitas Tadulako Palu Abdullah MT mengatakan pendangkalan di Sungai Palu dan Teluk Palu akan memudahkan terjadinya banjir.

"Begitu air sungai meluap dan air laut pasang maka banjir dipastikan akan terjadi," katanya.

Menurutnya, pengerukan dasar Sungai Palu akan mengurangi resiko bencana banjir sekaligus mengurangi pengendapan di Teluk Palu.

Tingkat kerusakan lingkungan di Teluk Palu semakin memprihatinkan, mulai dari bentangan alam, pendangkalan serta pencemaran air laut. Tetapi ironisnya, tidak ada upaya pemerintah setempat untuk mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran di kawasan itu.

Dalam catatan SIGAP, mengutip Said Awad, kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah,  warna air laut yang tadinya kebiruan kini tampak kekuning-kuningan. Mulai dari pinggir pantai sampai dengan radius lima kilometer, saat siang hari, dapat dilihat warna air laut yang kekuning-kuningan itu.

Ini lebih diakibatkan pembuangan limbah domestik dan industri, pembukaan tambang-tambang galian C, penataan kawasan industri pariwisata serta tata guna lahan di pesisir yang terakumulasi menjadi faktor penyebab turunnya hasil tangkapan nelayan.  (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita