Sabtu, 26 Mei 2012
BPBD Latih Fasilitator Siaga Bencana
Kamis, 23 September 2010 15:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/9 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat akan melatih sejumlah fasilitator dalam workshop bertema "Menuju Sumbar Siaga Bencana", terkait dengan program nasional pengurangan risiko bencana (PRB) di daerah ini.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) Harmensyah, di Padang, Kamis (23/9) mengatakan workshop digelar pada 26 hingga 30 September 2010 di sentra pendidikan BRI Pauh Padang dengan jumlah peserta 30 orang.

Diindormasikan, peserta adalah utusan BPBD Sumbar, BPBD 19 kabupaten/kota, kantor Kesbamlitmas, Bappeda, PMI dan organisasi/LSM terkait kebencanaan di provinsi ini dan utusan media massa.

Harmensyah menambahkan, hasil dari workshop diharapkan menghasilkan para fasilitator yang terintegrasi PRB dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan di provinsi ini.

Dikatakannya, persyaratan bagi peserta workshop ini adalah, petugas yang memiliki pengetahuan dasar penanggulangan bencana, telah pernah menjalankan program/kegiatan terkait dengan kebencanaan.

Kemudian, mampu dan bersedia menjadi pelatih serta fasilitator penanggulangan bencana dalam pelatihan PRB pada tingkat lanjutan.

Ditmbahkan Harmensyah, kantor atau intansi dan LSM tempat petugas itu bekerja/beraktifitas bersedia menanggung perjalanan dinas dan dalam kondisi sehat serta tidak dalam perawatan medis.

"Para peserta bertanggungjawab penuh atas kesehatan masing-masing selama mengikuti pelatihan," kata Harmensyah.

Berdasarkan catatan SIGAP, pelatihan atau wokshop terkait  pengurangan risiko bencana menjadi penting untuk dilakukan. Mengingat Indonesia menjadi negara rawan atas bencana. Hal ini pernah dikemukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Sinabung di awal September lalu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu mengatakan, Indonesia memiliki kerawanan terhadap bencana alam jika dilihat dari letak geologi dan geografi.

"Indonesia memiliki geologi dan geografi yang memang rawan," kata Presiden Yudhoyono di hadapan unsur muspida Sumatera Utara di Lanud Medan, awal September lalu.

Berdasarkan pantauan SIGAP, beberapa daerah rawan bencana telah melakukan pelatihan terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Misalnya di Yogyakarta, dalam rangka Research Week 2010, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UGM telah menyelenggarakan Workshop bertema “Penguatan Jaringan Perguruan Tinggi – Pemerintah Daerah Dalam Perencanaan Pengurangan Risiko Bencana Menggunakan Data Spasial”.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, tanggal 13 hingga 15 Juli 2010 itu menghadirkan pembicara tamu dari Geo Nuclear Science New Zealand yang membahas tentang Penerapan Kebijakan, Perecanaan dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana. (ari prahasta)





 

Arsip Berita