Sabtu, 26 Mei 2012
Pandeglang: Penyaluran Bantuan PKH Capai 50%
Kamis, 23 September 2010 06:59
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/9 (SIGAP) - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan mengatakan, penyaluran bantuan program keluarga harapan di Kabupaten Pandeglang, Banten mencapai 50% pada 2010

Anwar menjelaskan, penyaluran bantuan sosial PKH dilakukan dalam tiga tahap, dan hingga kini realisasinya sudah 50%. “Sisanya akan disalurkan pada akhir tahun," katanya di Pandeglang, Rabu (22/9).

Pada 2010 Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi dana PKH sebesar Rp22 miliar lebih untuk 17.300 kepala keluarga miskin. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang penyalurannya dilakukan PT Pos Indonesia.

"Warga penerima datang ke Kantor Pos langsung untuk mengambil bantuan tersebut, jadi penyalurannya sama dengan bantuan langsung tunai (BLT)," katanya.

Mengenai nilai bantuan, menurut Anwar, bervariasi disesuaikan dengan kondisi keluarga penerima, namun berkisar Rp600 ribu-Rp1,2 juta.

"Bagi keluarga penerima yang memiliki anak usia sekolah lebih banyak atau mempunyai balita lebih banyak, nilai bantuan yang diterima juga lebih tinggi," katanya.

Dirinya juga menjelaskan, warga kurang mampu penerima bantuan PKH tersebut tersebar di 10 kecamatan yakni Majasari, Mandalawangi, Picung, Munjul, Labuan, Pulosari, Cibaliung, Sumur, Angsana dan Cibitung.

Bantuan PKH, kata Anwar, diberikan pemerintah guna menanggulangi kemiskinan dengan memotong mata rantai yang menjadi penyebab kemiskinan tersebut.

Menurutnya, ada beberapa syarat keluarga yang masuk dalam katagori keluarga harapan di antaranya memiliki anak usia di bawah lima tahun (balita), memiliki anak sekolah atau istrinya sedang hamil.

"Dengan bantuan tersebut, balita bisa diberikan gizi sehingga tumbuh sehat baik jiwa maupun raganya, anak usia sekolah dapat disekolahkan dan ibu hamil bisa diperiksanakan ke bidan atau dokter secara rutin," katanya.

Jika berkembangan jiwa dan raga balita baik, akan menjadi anak yang sehat dan cerdas, anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin itu juga bisa disekolahkan sehingga pintar dan memiliki kemampuan.

Demikian juga dengan ibu hamil, bila dilakukan pemeriksaan secara rutin pada bidan atau dokter, janin yang ada dalam kandungan dan ibu yang mengandung akan sehat yang pada akhirnya bayi bisa lahir dengan selamat.

"Kalau masalah-masalah tersebut bisa ditangani dengan baik, keturunan warga kurang mampu itu bisa lebih mampu sehingga kemiskinannya tidak `diwariskan` pada keturunannya dan itulah yang menjadi sasaran PKH," ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, program keluarga harapan (PKH) merupakan program pemerintah yang dalam realisasinya masuk dalam klaster satu mengenai Bantuan dan Perlindungan Sosial. Melalui program ini pemerintah memberikan bantuan pada masyarakat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS).

Dalam tahun 2010, jumlah peserta PKH sebanyak 816.000 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang mencakup 20 provinsi dengan anggaran Rp1,3 triliun. (rusman/ant)


 

Arsip Berita