Sabtu, 26 Mei 2012
Kediri: PMI Krisis Stok Darah
Kamis, 23 September 2010 05:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/9 (SIGAP) - Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Kediri, Jawa Timur, sedang mengalami krisis stok darah yang disebabkan minimnya pendonor.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas Kepala UTD PMI Kediri dr Ira Widyastuti, di Kediri, Kamis (23/9).

Dirinya mengungkapkan, stok darah yang ada saat ini hanya 47 kantong. Dari jumlah itu, golongan darah A ada 3 kantong, golongan darah B 20 kantong, golongan darah O sebanyak 20 kantong, dan golongan darah AB 4 kantong.

Ira mengaku kesulitan mengatur pengeluaran kantong darah yang ada. Karena minimnya stok di gudang, pihaknya terpaksa menolak permintaan pembeli yang meminta darah.

"Kami hanya melayani pembeli yang juga membawa pendonor. Hal itu terpaksa kami lakukan, karena stok yang terbatas," ujarnya.

Ira mengungkapkan, minimnya stok darah di PMI Kediri sudah terjadi sejak pekan kedua bulan Ramadhan. Saat itu, stok darah yang ada tinggal 50 kantong. Jumlah itu lebih sedikit daripada permintaan setiap hari yang rata-rata mencapai 60 - 90 kantong.

"Satu pekan sebelum Ramadhan, kami masih memiliki stok 300 kantong. Jumlah itu turun di pekan pertama dan tinggal 100 kantong. Setelah itu, minim sekali," paparnya.

Menurut Ira, minimnya stok darah disebabkan meningkatnya permintaan terutama selama bulan Ramadhan. Banyaknya kecelakaan membuat permintaan darah semakin tinggi.

Dirinya mengaku sudah mengirimkan surat pada seluruh instansi di wilayah Kediri, untuk agenda donor darah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

Untuk itu, pihaknya berencana langsung mendatangi instansi - instansi tersebut. PMI akan jemput bola, karena tidak mungkin hanya menunggu.

"Kami akan jemput bola dengan datang langsung ke instansi - instansi tersebut. Dengan itu, kami berharap mampu menambah stok darah yang ada, hingga aman," kata Ira menegaskan.

Sebelumnya dikabarkan, Stok darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Cabang Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam keadaan menipis, bahkan untuk golongan darah AB kosong.

Kepala seksi laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Gunung Kidul, Agus, di Wonosari, Senin (20/9) mengatakan, stok darah yang tersedia secara keseluruhan hanya tinggal 15 kantong darah.

Menurut Agus, untuk darah golongan AB sampai pukul 15.00 WIB Senin (20/9) masih kosong, dan untuk golongan darah O baru saja ada relawan PMI yang melakukan donor darah sehingga stoknya masih ada meskipun sedikit.

Agus menginformasikan, stok darah yang tersedia adalah darah golongan O sebanyak lima kantong ukuran 250 mililiter, darah golongan B sejumlah delapan kantong dan darah golongan A sebanyak dua kantong.

Menurutnya, stok darah tersebut tersisa karena dari sejumlah rumah sakit belum ada permintaan.

"Kami tidak bisa memperkirakan permintaan masyarakat untuk hari ini atau besok, namun kalau ada permintaan dari pihak rumah sakit masuk, kemungkinan untuk hari ini tidak akan bisa memenuhi," katanya. (rusman/ant)


 

Arsip Berita