Sabtu, 26 Mei 2012
Mataram: Dinsos Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir
Kamis, 23 September 2010 03:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/9 (SIGAP) - Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan bahan makanan kepada korban banjir yang melanda 4 kelurahan di wilayah itu.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Makmun, di Mataram, Rabu malam, menyebutkan, 4  kelurahan yang terendam banjir yaitu Kelurahan Babakan dan Abian Tubuh Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Seganteng Kecamatan Cakranegara dan Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

"Dari empat kelurahan yang terkena banjir, baru kelurahan Abian Tubuh dan Babakan yang mendapat bantuan makanan karena dua kelurahan itu paling parah kondisinya," katanya.

Dirinya mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warga korban banjir berupa beras, mie rebus dan ikan sarden. Jumlah bantuan didistribusikan berdasarkan laporan dari aparat lurah setempat. Namun, jika masih terjadi kekurangan pemerintah siap untuk menambah bantuan.

Makmun juga mengakui bahwa pendataan warga korban banjir yang terjadi di empat kelurahan masih terus berlangsung. Hasil pendataan tersebut akan digunakan untuk menentukan berapa jumlah bantuan makanan yang akan didistribusikan.

Proses pendataan dilakukan oleh aparat kelurahan bekerja sama dengan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial Kota Mataram dan aparat kepolisian serta dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Sampai malam ini saya masih `stand by` di kantor menunggu informasi berapa jumlah warga yang menjadi korban banjir dan kondisi di lapangan seperti apa. Dengan begitu, kami bisa menyesuaikan berapa jumlah bantuan makanan dan obat-obatan," katanya.

Menurutnya, banjir yang melanda 4 kelurahan di Kota Mataram karena hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.30 WITA hingga 17.30 WITA.

Kondisi tersebut diperparah oleh adanya kiriman air dari kawasan timur Kota Mataram, melalui sejumlah kali yang melintasi beberapa kelurahan yang terkena banjir.

"Kali Unus di Kelurahan Babakan tidak mampu menampung air kiriman dari wilayah timur, sehingga meluap ke pemukiman warga. Begitu juga dengan kali yang ada di Kelurahan Tanjung Karang," katanya.

Makmun mengatakan, warga korban banjir mengungsi ke rumah-rumah anggota keluarga terdekat yang tidak terkena banjir, sehingga pihaknya belum mendirikan tenda-tenda darurat untuk warga korban banjir.

Selain mengungsi di rumah keluarga, warga korban banjir juga untuk sementara ada yang mengungsi di rumah ibadah sambil menunggu air yang menggenangi rumah mereka surut.

"Informasi dari lapangan. Air yang menggenangi rumah warga sudah mulai surut. Tapi kami tetap waspada karena bisa saja hujan kembali turun karena kondisi cuaca masih agak mendung. Tagana dan aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi banjir," katanya.

Seperti diberitakan kantor berita Antara, puluhan rumah yang ditempati lebih dari 80 kepala keluarga di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/9), terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Diberitakan selain Kelurahan Babakan, beberapa kelurahan di Kota Mataram, seperti Kelurahan Seganteng dan komplek perumahan BTN Sweta juga diterjang banjir. Namun, kondisinya tidak separah di Kelurahan Babakan.

Selain merendam puluhan rumah warga Babakan, banjir yang disebabkan hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.30 WITA hingga 17.30 WITA dan meluapnya air Kali Unus tersebut juga merendam dua sekolah yakni SD Negeri 40 Mataram dan madrasah milik yayasan Manlatul Hikmah serta sejumlah sawah yang baru beberapa minggu ditanami padi. (rusman/ant)


 

Arsip Berita