Sabtu, 26 Mei 2012
Bulog Lampung: Distribusi Raskin Terealisasi 88,22%
Kamis, 23 September 2010 02:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/9 (SIGAP) - Bulog Divre Lampung sejak Januari hingga 20 September 2010, telah mendistribuskan beras untuk keluarga miskin (raskin) sebanyak 88.130.255 kilogram dari rencana 99.899.190 kilogram atau terealisasi 88,22%.

Demikian disamapaikan Kepala Bagian Humas Bulog Lampung Edi Hanif, di Banadarlampung, Kamis (23/9). Dikatakan Edi, dari 14 Kabupaten/Kota dan 204 Kecamatan se-Provinsi Lampung, jumlah titik distribusi penyaluran raskin berjumlah 2.339 titik distribusi.

Edi menyebutkan, pagu rumah tangga sasaran raskin tahun 2010 untuk Provinsi Lampung sebesar 115.439,064 ton yang ditetapkan berdasarkan data RTS hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial 2008 (PPLS 08) Badan Pusat Statistik yaitu sebanyak 739.994 RTS.

Menurutnya, untuk harga tebus raskin di titik distribusi sebesar Rp1.600/kilogram.

Diinformasikan, Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) Provinsi Lampung untuk raskin tahun 2010 mengalami penurunan 2,34% dari data tahun 2009. RTS tahun 2009 yang menerima raskin sejumlah 757.741 sedangkan tahun 2010 sejumlah 739.994 RTS atau berkurang 17.747 RTS.

Edi menjelaskan, beras yang disalurkan itu, adalah beras hasil petani Lampung tahun 2010.

Menurutnya, belum terealisasi 100% penyaluran raskin itu karena ada beberapa daerah di Lampung yang belum menebus beras untuk keluarga miskin tersebut.

Program raskin kata Edi, menunjukkan pemerintah senantiasa komitmen dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat khususnya penduduk miskin.

Disamping itu program raskin juga dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sebagai salah satu hak dasar masyarakat.

Tujuan program raskin sendiri adalah untuk mengurangi beban pengeluaran RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

Sementara di Kabupaten Lampung Utara, raskin yang dibagikan kepada keluarga miskin mutunya kurang bagus, sehingga dikeluhkan warga penerima manfaat.

"Beras yang dibagikan itu bau apek, sehingga kurang bagus untuk dikonsumsi," kata Iwan warga di daerah Lampung Utara.

Sementara Kepala Perum Bulog Divre Lampung Bakri, terkait permasalahan itu, tidak bersedia berkomentar.

Terkait dengan mutu raskin yang kurang baik, Ir. Hapsari Laksmi Koestiati, MM, Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengatakan, hal itu bisa terjadi bila penyimpanannya kurang baik dan karena ditumbun dalam waktu lama. Namun menurutnya, bisa juga karena faktor iklim.

“Yang paling penting ada standar untuk kualitas beras, yaitu kadar air yang ada dalam beras. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas beras,” katanya. (rusman/ant)

 

Arsip Berita