Sabtu, 26 Mei 2012
Sulbar: Amerika Sasaran Terbesar Ekspor Kakao
Rabu, 22 September 2010 02:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,  22/9 (SIGAP) - Negara Amerika merupakan negara sasaran terbesar ekspor kakao dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), karena permintaan kakao dari negara "Paman Sam" itu terbilang tinggi.

Kepala Bidang Pengolahan Mutu dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Zulkifli Salam, di Mamuju, Selasa (21/9) mengatakan, negara Amerika merupakan negara yang memiliki tingkat permintaan kakao yang cukup tinggi di dunia.

Zulkifli mengatakan, permintaan negara Amerika akan kakao cukup tinggi dengan mengandalkan negara pengekspor kakao seperti Indonesia.

Provinsi Sulbar yang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat produksi kakao tinggi di Indonesia, memenuhi permintaan kakao negara Amerika rata-rata sekitar 300 ton pertahun.

Sehingga kata Zulkifli, Amerika merupakan negara tujuan ekspor kakao terbesar di Provinsi Sulbar dibandingkan negara di Eropa dan negara lainnya di Asia serta Afrika, sehingga sasaran kakao Sulbar yang terbesar juga adalah Amerika

Menurutnya, permintaan negara Amerika tersebut, berfluktuatif untuk dipenuhi daerah ini, karena kakao di Sulbar produksinya dipengaruhi musim.

"Ekspor kakao di Sulbar ke negara yang permintaan kakaonya tinggi seperti Amerika dipengaruhi musim, kalau musimnya bagus dan produksi meningkat maka kebutuhan negara tersebut dapat dipenuhi," katanya.

Zulkifli menambahkan, permintaan kakao Amerika selalu tinggi dan tidak pernah turun dan negara itu tidak terlalu mengutamakan mutu dan kualitas yang penting stok ekspor kakao tersedia dan siap dipasok untuk memenuhi kebutuhannya.

"Kakao itu biar jelek atau bagus tetap laku, seperti mobil biar tua tetap sama dengan yang muda tetap, yang penting bisa jalan dan digunakan sebagai sarana transportasi, artinya kakao yang dianggap jelek dan yang bagus tetap sama ketika di komsumsi, sehingga permintaan kakao di Amerika tetap tinggi," katanya.

Menurutnya, Provinsi Sulbar sedang mengupayakan pemenuhan ekspor negara Amerika tersebut dengan gencar mengiatkan program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao (Gernas pro kakao) yang dicanangkan pemerintah pusat didaerah ini.

Dirinya mengatakan, produksi kakao Sulbar setiap tahun sekitar 180,000 ton per tahun dari lahan seluas 332.902 hektare.

Di butuhkan Bibit Baru

Areal Perkebunan Kakao yang ada di Provinsi Sulawesi Barat masih membutuhkan sekitar 4 juta bibit pohon kakao somatic embriogenesis untuk meningkatkan mutu dan produksi tanaman tersebut.

"Kakao merupakan komoditas perkebunan yang makin banyak dikembangkan petani dan memiliki nilai ekonomis tinggi," kata Kepala Bidang Pengolahan Mutu dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Zulkifli Salam di Mamuju, Selasa.

Dirinya mengatakan, bibit kakao SE yang dikembangkan petani di Provinsi Sulbar sejak tahun 2009 hingga tahun 2010 dianggap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kakao, sementara areal pertanian kakao petani di Mamuju yang luasnya sekitar 332.902 hektare.

Menurutnya, bibit kakao SE yang dikembangkan petani di Sulbar sejak tahun 2009 sekitar 3,9 juta pohon, dan pada tahun 2010 ini dikembangkan sekitar 3,2 juta pohon dengan anggaran sekitar Rp25 milyar menggunakan anggaran APBN. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita