Sabtu, 26 Mei 2012
BMKG: Bali Berpotensi Diserang Angin Puting Beliung
Selasa, 21 September 2010 15:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/9 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali menginformasikan akibat hujan yang terus turun maka berpotensi diserang angin puting beliung.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar Nyoman Suarsa di Denpasar, Selasa (21/9) mengatakan, potensi terjadinya bencana angin puting, berdasarkan fenomena alam yang terjadi saat ini dan cuaca yang tidak menentu. Padahal katanya, September ini masih musim kemarau, namun hujan terus terjadi.

Selain itu, lanjut Nyoman Suarsa, saat ini kondisi cuaca juga tidak bersahabat sehingga rentan terjadinya bencana.

"Penyebab terjadinya hujan yang terus mengguyur wilayah Bali saat ini ada beberapa faktor diantaranya terjadinya pertemuan masa udara yang agak lemah dan suhu muka laut menyimpang satu derajat di atas normal," katanya.

Nyoman Suarsa menambahkan, akibatnya terbentuk kumpulan awan-awan konvektif dan Cumulonimbus(Cb). Awan Cb itu menyebabkan terjadinya pergerakan dari Timur dan Tenggara dengan kecepatan berkisar 0,5 - 35 kilometer perjam.

"Akibat kecepatan angin yang tinggi inilah bisa menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin puting beliung," katanya.

Ketika ditanya soal potensi bencana angin puting beliung terjadi di kawasan Bali tengah, Nyoman Suarsa menjawab, "Kami tidak bisa memprediksi, sebab bisa terjadi di mana saja."

Di sisi lain, Nyoman Suarsa mengatakan, diperkirakan saat ini sampai ke Oktober, hujan yang terjadi mengarah ke Lamina, yakni hujan yang datang lebih awal dari musimnya sehingga jatuhnya musim hujan akan lebih lama.

"Saat ini hujan yang terjadi menunjukkan curah hujannya diatas normal," jelas Nyoman Suarsa.

Hujan yang turun saat ini pun, ujar Nyoman Suarsa, turunnya merata hampir di seluruh wilayah Bali, tapi waktunya tidak menentu.

Bali juga saat ini, lanjut Nyoman Suarsa, harus diwaspadai berpotensi terjadinya bencana longsor dan banjir.

Sementara itu, BMKG Kota Padang mengimbau kepada nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan pantai barat Sumbar.

Menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Tabing, Syafrizal, Selasa (21/9), gelombang laut pesisir pantai Sumatera Barat saat ini berkisar 1,25 hingga 2 meter, sedangkan wilayah Kepulauan Mentawai berkisar antara 2,5 hingga 3 meter sehingga berbahaya bagi nelayan..

Ditambahkannya, gelombang tinggi di perairan pantai barat Sumbar akan terjadi hingga tiga hari ke depan. (ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita